Suriah: Laporan OPCW terkait Insiden Khan Sheikhun, Palsu
-
Kemlu Suriah
Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut laporan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) pada Kamis, 29 Juni 2017 tentang insiden di Khan Sheikhoun sebagai laporan yang tidak dapat diterima dan palsu.
Kemlu Suriah dalam pernyataan pada Sabtu (1/7/2017) menuntut PBB untuk menyiapkan laporan yang jelas dan transparan, profesional dan tanpa adanya tekanan dari negara-negara yang ingin mencegah sampainya fakta.
Dalam serangan kimia yang mencurigakan ke distrik Khan Sheikhoun, selatan Idlib, Suriah pada Selasa, 4 April 2017, lebih dari 100 orang tewas dan sekitar 400 lainnya terluka.
Pasca insiden yang mencurigakan itu, poros Barat-Arab pendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah menuding militer negara ini sebagai pelaku serangan tersebut, namun tudingan itu telah dibantah tegas oleh pemerintah Damaskus.
OPCW dalam laporannya pada Kamis mengklaim penggunaan gas Sarin dalam serangan ke Khan Sheikhoun, di mana banyak orang terkena gas tersebut.
Kemlu Suriah dalam pernyataannya menyebutkan, Sekretariat Teknis OPCW pada 29 Juni 2017 mempublikasikan laporan menyesatkan dari hasil penyelidikan Komite Pencari Fakta dalam insiden di Khan Sheikhoun, di mana tujuan utamanya adalah untuk menutupi fakta, dan laporan-laporannya pun ditulis dari koridor kalangan oposisi Suriah.
Kemlu Suriah menambahkan, sumber-sumber yang disinggung dalam laporan ini dan informasi yang diambil berada dalam kontrol orang-orang bayaran dinas-dinas intelijen Barat dan oposisi bersenjata yang didukung oleh AS, Inggris dan negara-negara Barat.
Banyak pakar menilai tuduhan penggunaan senjata kimia terhadap Suriah sebagai upaya untuk menyesatkan opini publik dan membalikkan fakta seiring kemenangan-kemenangan terbaru militer Suirah dalam menghadapi teroris.
Krisis keamanan Suriah meletus pada tahun 2011 menyusul serangan luas kelompok-kelompok teroris Takfiri yang didukung oleh Arab Saudi, Amerika Serikat dan sekutunya termasuk Turki. Mereka berusaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
Kelompok-kelompok teroris dukungan Barat dan sekutunya itu telah melakukan berbagai kejahatan mengerikan di Suriah yang menyebabkan ribuan orang tewas dan jutaan lainnya mengungsi. (RA)