Irak Tidak akan Biarkan Seorang pun Langgar Kedaulatan Negara
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i40936-irak_tidak_akan_biarkan_seorang_pun_langgar_kedaulatan_negara
Perdana Menteri Irak mengatakan, pemerintah Baghdad tidak akan membiarkan siapa pun melanggar kedaulatan Irak.
(last modified 2026-02-15T10:03:39+00:00 )
Jul 12, 2017 17:24 Asia/Jakarta
  • Haider al-Abadi, PM Irak
    Haider al-Abadi, PM Irak

Perdana Menteri Irak mengatakan, pemerintah Baghdad tidak akan membiarkan siapa pun melanggar kedaulatan Irak.

Haider al-Abadi mengatakan hal itu dalam pembicaraan telepon dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat baru-baru ini.

"Rakyat Irak telah melakukan pengorbanan besar untuk membebaskan tanah air mereka dari pendudukan Daesh dan mereka tidak akan pernah membiarkan pihak mana pun untuk melanggar kedaulatan, negara dan kekayaan mereka," kata al-Abadi seperti dilansir Tasnim News mengutip al-Sumariya News, Rabu (12/7/2017).

Ia juga mengapresiasi dukungan internasional kepada Irak dalam menghadapi kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS).

"Meskipun ada perang yang menghancurkan dan dominasi Daesh terhadap sejumlah wilayah Irak, negara ini akan melanjutkan upaya untuk mengembalikan stabilitas di berbagai wilayah yang telah terbebas dan mengembalikan para pengungsi serta melakukan reformasi ekonomi yang diperlukan dalam kerangka kepentingan rakyat," imbuhnya.

Sementara itu, Presiden AS dalam percakapan telepon tersebut mengakui bahwa kemenangan besar militer dan pasukan relawan Irak dalam berperang melawan Daesh bergema di seluruh dunia.

PM mengunjungi kota Mosul pada Minggu, 9 Juli 2017 dan secara resmi mengumumkan kemenangan operasi pembebasan Mosul dari pendudukan Daesh dan menilainya sebagai kemenangan besar.

Daesh dengan bantuan finansial dan militer Amerika Serikat dan sekutu Barat dan Arabnya termasuk Arab Saudi dan Turki menyerang dan menduduki kota Mosul, kota terbesar kedua Irak, di pusat provinsi Nineveh pada tanggal 10 Juni 2014.

Militer Irak berhasil membebaskan bagian timur kota Mosul dari pendudukan Daesh pada tanggal 24 Januari 2017, dan operasi pembebasan bagian barat kota ini dimulai pada tanggal 19 Februari dan berakhir pada 29 Juni 2017. Bagian tua kota Masul juga berhasil dikontrol oleh pasukan Irak pada hari Sabtu, 8 Juli 2017. (RA)