Jihad Islam Palestina: Rezim Zionis Mengejar Yahudisasi al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i41592-jihad_islam_palestina_rezim_zionis_mengejar_yahudisasi_al_quds
Wakil Jihad Islam Palestina untuk Republik Islam Iran mengatakan, proyek rezim Zionis Israel di Masjid al-Aqsa tidak terbatas pada gate-gate keamanan, namun rezim ini sedang mengejar dominasi dan Yahudisasi al-Quds dan Masjid al-Aqsa.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Jul 25, 2017 01:50 Asia/Jakarta
  • Jihad Islam Palestina
    Jihad Islam Palestina

Wakil Jihad Islam Palestina untuk Republik Islam Iran mengatakan, proyek rezim Zionis Israel di Masjid al-Aqsa tidak terbatas pada gate-gate keamanan, namun rezim ini sedang mengejar dominasi dan Yahudisasi al-Quds dan Masjid al-Aqsa.

Nasser Abu Sharif mengatakan hal itu dalam jumpa pers di Tehran, ibukota Iran pada Senin (24/7/2017) terkait dengan "Masjid al-Aqsa; Prioritas Islam, Kelanjutan Muqawama (Perlawanan)."

"Amerika Serikat dan sekutunya dalam konferensi di Riyadh sedang mengejar penghapusan isu Palestina," imbuhnya seperti dikutip Tasnim News.

Ia menambahkan, peluang ini harus diubah menjadi sebuah proyek nasional dan mengakhirinya dengan pembebasan al-Quds dan semua wilayah Palestina, di mana untuk mencapai tujuan ini, umat Islam harus bersatu, dan masalah ini juga memerlukan upaya dua kali lipat dari umat Islam.

Sementara itu, Khaled Qaddoumi, Wakil Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) untuk Iran dalam jumpa tersebut mengatakan, Masjid al-Aqsa sejak tahun 1967 berada di bawah pengawasan Kementerian Wakaf Yordania, di mana setengah dari 800 pegawai Kementerian ini memegang tangung jawab dalam pengawasan tersebut. Oleh sebab itu, tidak ada isu terkait gate-gate keamanan dan CCTV, namun rezim Zionislah yang berusaha menduduki Baitul Maqdis.

Ia menambahkan, kejahatan-kejahatan rezim Zionis tidak terhitung dan rakyat Palestina tidak menerima bahwa ada orang yang berbicara tentang Hak Asasi Manusia namun menutup mata terhadap kejahatan Israel.

Menurut Khaled Qaddoumi, dunia Islam bertanggung jawab terhadap rakyat Palestina dan harus melakukan langkah terkait hal ini.

Sejak hari Jumat, 14 Juli 2017 hingga Minggu, 16 Juli 2017, aparat keamanan Israel menutup gerbang-gerbang Masjid al-Aqsa dan melarang jamaah Palestina shalat di tempat suci ini. Langkah itu dilakukan atas perintah langsung Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri rezim Zionis.

Pasca pembukaan pintu-pintu masuk ke Masjid al-Aqsa, aparat keamanan rezim Zionis memasang gate-gate keamanan di pintu-pintu masuk masjid ini.

Langkah rezim Zionis tersebut menuai protes keras dari rakyat Palestina dan para pejabat di banyak negara muslim dan internasional.

Demonstrasi rakyat Palestina juga direaksi aparat keamanan Israel dengan kekerasan. Sejak 14 Juli 2017 hingga Minggu, 23 Juli 2017, delapan warga Palestina telah gugur syahid dan ratusan lainnya terluka akibat kekerasan aparat keamanan Israel. (RA)