Al-Asadi: al-Hashd al-Shaabi Legal dan akan Melanjutkan Aktivitasnya
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42294-al_asadi_al_hashd_al_shaabi_legal_dan_akan_melanjutkan_aktivitasnya
Juru bicara pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi menilai segala bentuk pernyataan tentang pembubaran pasukan ini sebagai tindakan ilegal.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Aug 06, 2017 08:29 Asia/Jakarta
  • Ahmed al-Asadi, juru bicara pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi
    Ahmed al-Asadi, juru bicara pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi

Juru bicara pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi menilai segala bentuk pernyataan tentang pembubaran pasukan ini sebagai tindakan ilegal.

"Al-Hashd al-Shaabi disetujui Marjaiyah Irak dan beraktivitas di bawah pengawasan pemerintah secara langsung dan legal," kata Ahmed al-Asadi, seperti dilansir situs el-Nashra

Al-Asadi mengungkapkan hal itu ketika menyinggung pernyataan jelas Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak yang sekaligus sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata negara ini dalam mendukung kelanjutan aktivitas al-Hashd al-Shaabi sebagai bagian utama dari keamanan Irak.

Ia menjelaskan, nasib al-Hashd al-Shaabi telah jelas melalui persetujuan di parlemen Irak dan sidang ini digelar untuk kelanjutan aktivitas pasukan relawan tersebut.

Sebelumnya, PM Irak dalam sebuah seminar bertajuk "Fatwa Jihad dan Kemenangan" di Baghdad pada Sabtu (5/8/2017) mengatakan, pasukan al-Hashd al-Shaabi yang berada di bawah pengawasan pemerintah Irak dan ulama di Najaf, tidak akan pernah dibubarkan.

Al-Abadi juga menyinggung semakin dekatnya pembebasan daerah-daerah yang masih diduduki kelompok teroris takfiri Daesh, dan menuturkan, seluruh pasukan bersenjata Irak harus bergabung dalam operasi pembebasan wilayah yang masih diduduki dan sekarang persiapan untuk pembebasan Talafar sedang dilakukan.

Parlemen Irak pada 26 November 2016 dengan suara mayoritas menetapkan al-Hashd al-Shaabi sebagai bagian resmi dari Angkatan Bersenjata Irak.

Al-Hashd al-Shaabi terdiri dari berbagai lapisan masyarakat Irak yang bangkit mengangkat senjata untuk memerangi kelompok teroris atas seruan Ayatullah Sayid Ali Sistani, Marja' Taklid Muslim Syiah Irak, menyusul jatuhnya kota Mosul ke tangan Daesh (ISIS) pada 10 Juni 2014. (RA)