Hamas: Kami Membuka Lembaran Baru Hubungan dengan Iran
-
Hamas
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengumumkan bahwa Hamas dan Republik Islam Iran telah sepakat untuk membuka lembaran baru dalam hubungan kedua belah pihak dalam melawan musuh bersama dan mendukung Palestina, Masjid al-Aqsa serta perlawanan terhadap rezim Zionis Israel.
Seperti dilansir IRNA, Hamas dalam pernyataannya pada Senin (7/8/2017) menyinggung pertemuan delegasinya dengan Mohammad Javad Zarif Menlu Iran di Tehran, ibukota negara ini.
Hamas menyebutkan, Menlu Iran menegaskan pentingnya isu Palestina dalam kebijakan luar negeri negaranya dan juga hubungan Tehran dengan kelompok-kelompok pejuang Palestina terutama Hamas.
Disebutkan pula bahwa Zarif juga menegaskan posisi permanen dan tidak dapat diubah Iran dalam mendukung Palestina.
"Dalam kerangka posisi yang tidak dapat diubah ini, Republik Islam Iran akan melanjutkan dukungannya kepada rakyat dan Muqawama Palestina," imbuh pernyataan itu.
Di sisi lain, Izzat al-Risheq, anggota Biro Politik Hamas yang mengepalai delegasi gerakan ini dalam kunjungan ke Tehran, mengapresiasi dukungan Iran kepada rakyat Palestina dan para pejuangnya.
Ia mengatakan, hubungan dengan Iran adalah dalam kerangka langkah Hamas untuk menjalin hubungan dengan semua "kapasitas" umat Islam guna melayani kepentingan Palestina sebagai masalah utama dunia Islam.
Ismail Haniyeh, Ketua Biro Politik Hamas telah berulang kali mengapresiasi dan memuji bantuan Iran kepada rakyat tertindas Palestina.
Delegasi Hamas tiba di Tehran, ibukota Iran pada Jumat sore untuk menghadiri acara pelantikan Hassan Rouhani sebagai Presiden Iran periode ke-12.
Hassan Rouhani menyampaikan sumpah jabatan sebagai Presiden Iran di hadapan anggota parlemen dan pejabat tinggi Iran serta delegasi lebih dari 100 negara dunia dan lembaga internasional pada Sabtu, 5 Agustus 2017 (RA)