Irak Tuntut Penyelidikan Serangan AS terhadap al-Hashd al-Shaabi
-
Jet tempur pasukan koalisi pimpinan AS
Anggota parlemen Irak menuntut penyelidikan internasional terhadap serangan udara berulang apa yang disebut sebagai Koalisi Internasional Anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat terhadap pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi.
Brigade Sayid al-Shuhada Irak dalam pernyataan pada Senin malam, 7 Agustus 2017 mengabarkan bahwa sedikitnya 40 anggotanya tewas dan terluka akibat serangan udara jet tempur AS di daerah at-Tanf, perbatasan Irak dengan Suriah.
Seperti dilansir IRIB, Zahir al-Abadi, Wakil Fraksi Koalisi Nasional Irak dalam pernyataannya pada Rabu (9/8/2017) menyinggung serangan udara pasukan koalisi pimpinan AS terhadap posisi pasukan al-Hashd al-Shaabi setelah kemenangan mengejutkan mereka bersama pasukan keamanan Irak.
Anggota parlemen Irak ini menegaskan keseriusan pemerintah Baghdad untuk menindaklanjuti serangan tersebut.
Al-Abadi menilai serangan AS terhadap al-Hashd al-Shaabi sebagai upaya untuk melemahkan kehadiran mereka di wilayah perbatasan dan memuluskan rencana Daesh-Amerika.
"Irak tidak bisa mengorbankan putra-putranya dengan dalih kesalahan berulang serangan udara (AS)," ujarnya.
Ia menjelaskan, bersamaan dengan ditutupnya salah satu berkas kasusnya di sebuah daerah, jet-jet tempur pasukan koalisi menyerang pasukan Irak.
Di bagian lain pernyataannya, al-Abadi juga menyayangkan upaya sejumlah pihak untuk membubarkan al-Hashd al-Shaabi.
"Pihak-pihak ini telah melupakan peran efektif al-Hashd al-Shaabi dalam menjauhkan bahaya dari negara dan menghapus ancaman dari rencana buruk sejumlah negara terhadap Irak," pungkasnya.
Sebelumnya, Haider al-Abadi Perdana Menteri Irak dalam sebuah seminar bertajuk "Fatwa Jihad dan Kemenangan" di Baghdad pada Sabtu, 5 Agustus 2017 mengatakan, pasukan al-Hashd al-Shaabi yang berada di bawah pengawasan pemerintah Irak dan ulama di Najaf, tidak akan pernah dibubarkan.
Al-Abadi juga menyinggung semakin dekatnya pembebasan daerah-daerah yang masih diduduki kelompok teroris takfiri Daesh. Ia menuturkan, seluruh pasukan bersenjata Irak harus bergabung dalam operasi pembebasan wilayah yang masih diduduki dan sekarang persiapan untuk pembebasan Tal Afar sedang dilakukan.
Parlemen Irak pada 26 November 2016 dengan suara mayoritas menetapkan al-Hashd al-Shaabi sebagai bagian resmi dari Angkatan Bersenjata Irak.
Al-Hashd al-Shaabi terdiri dari berbagai lapisan masyarakat Irak yang bangkit mengangkat senjata untuk memerangi kelompok teroris atas seruan Ayatullah Sayid Ali Sistani, Marja' Taklid Muslim Syiah Irak, menyusul jatuhnya kota Mosul ke tangan Daesh (ISIS) pada 10 Juni 2014. (RA)