Pariwisata, Celah Qatar Lolos dari Jeratan Sanksi
Pemerintah Qatar, dengan maksud untuk mengurangi dampak sanksi empat negara, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir, memperkuat industri pariwisatanya.
Hassan Al Ibrahim, Kapala Sektor Pengembangan Pariwisata, Otoritas Pariwisata Qatar, QTA dan Akbar Al Baker, Direktur eksekutif Qatar Airways, 9 Agustus 2017 mengumumkan pembebasan visa masuk ke negara itu bagi warga dari 80 negara dunia. Akbar Al Baker juga mengabarkan dibukanya jalur penerbangan ke-62 lokasi baru, tahun depan.
Pemerintah Qatar dalam dua pekan terakhir sudah memulai kebijakan diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor energi. Salah satu sektor terpenting yang dibidik pemerintah Qatar dalam program diversifikasi ekonomi ini adalah sektor pariwisata. Karena industri ini memerlukan investasi di bidang infrastruktur, maka akan memberikan keragaman pada program diversifikasi ekonomi yang dijalankan pemerintah Qatar. Oleh karena itu, investasi pemerintah Qatar di sektor penerbangan, perhotelan, olahraga dan pendidikan, akan meningkatkan posisi ekonomi pariwisata negara ini.
Untuk memperluas sektor pariwisata di negaranya, pemerintah Qatar juga berinvestasi di sektor penerbangan dalam jumlah yang cukup besar. Qatar Airways yang didirikan tahun 1994, sekarang terhitung sebagai salah satu ikon penerbangan terkenal di dunia. Saudi dan sekutu-sekutunya, dengan menjatuhkan sanksi pada industri penerbangan Qatar, berusaha mengurangi peran pesawat-pesawat Qatar dalam perekonomian negara itu. Akan tetapi strategi pemerintah Qatar untuk membuka rute penerbangan ke-62 tempat tujuan baru, berhasil menggagalkan kosnpirasi Saudi dan tiga negara lainnya.
Investasi raksasa Qatar di sektor olahraga berhasil membuat negara itu dipilih menjadi tuan rumah pertandingan-pertandingan penting di tingkat Asia dan dunia. Hal ini juga berdampak besar pada pertumbuhan sektor pariwisata di Qatar. Kesuksesan besar Qatar di bidang olahraga berefek pada pembangunan infrastruktur sosial dan bertambahnya pendapatan dari sektor pariwisata. Terpilih menjadi tuan rumah Piala Duna Sepakbola tahun 2022, dianggap Qatar sebagai peluang baru yang bisa memberikan keuntungan ekonomi rasional bagi negara itu. Salah satu dampak terpenting tuan rumah laga akbar sepakbola dunia itu adalah dibangunnya infrastruktur permanen kota, di antaranya perluasan industri perhotelan.
Dengan menanamkan investasi besar-besaran dan melakukan reformasi di bidang pendidikan, selain berhasil meningkatkan kualitas lulusan universitasnya, Qatar juga mampu menarik ribuan mahasiswa asing ke negaranya. Hal ini menjadi faktor pertumbuhan sektor pariwisata dan kekuatan lunak Qatar memainkan peran penting di sini.
Demi mensukseskan bidang pendidikan, Qatar melakukan banyak reformasi asasi dan penting. Di antaranya adalah pembangunan "kota pendidikan", membebaskan universitas-universitas dari kontrol pemerintah pusat, pembentukan Dewan Tinggi Pendidikan pada tahun 2003 dan mengundang universitas-universitas ternama dunia. Kebijakan-kebijakan pendidikan pemerintah Qatar menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah mahasiswa di universitas-universitas negara itu dan menciptakan pertumbuhan pariwisata pendidikan.
Saudi dan tiga negara lain berusaha melumpuhkan industri perhotelan dan sektor pendidikan Qatar dengan sanksi dan menyebarluaskan Qatarfobia, akan tetapi strategi pemerintah Qatar membebaskan visa masuk bagi warga dari 80 negara dunia, bukan saja telah menggagalkan konspirasi Saudi dan sekutu-sekutunya, juga memperkuat peran dan posisi industri pariwisata dalam perekonomian Qatar.
Kesimpulannya, keputusan-keputusan dan langkah pemerintah Qatar di sektor pariwisata mengindikasikan bahwa negara itu berhasil mengatasi tekanan-tekanan awal Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir, dan tekanan-tekanan ini sekarang justru berbalik ke-empat negara tersebut. (HS)