Situasi Kemanusiaan di al-Awamiyah Memburuk
-
al-Awamiyah
Menyusul kelanjutan penyerbuan ke rumah-rumah penduduk al-Awamiyah dan kekerasan aparat keamanan Arab Saudi, situasi kemanusiaan di wilayah timur negara ini memburuk.
Sejak tanggal 28 Juli 2017, al-Awamiyah yang berpenduduk Syiah di Provinsi ash-Sharqiyah menjadi sasaran kekerasan dan serangan aparat keamanan Arab Saudi.
Seperti dilansir Mehr News, Amir Nimr, aktivis Hak Asasi Manusia Arab Saudi mengabarkan peningkatan gerakan terorganisir pemerintah negara ini di al-Awamiyah pasca kunjungan Donald Trump, Presiden AS ke Riyadh pada bula Mei.
Menurutnya, banyak penduduk al-Awamiyah yang mengungsi akibat berlanjutnya kekerasan pasukan keamaann Arab Saudi.
Nimr juga menyinggung tuntutan penduduk al-Qatif untuk menciptakan reformasi dan diakhirinya penolakan terhadap hak-hak legal mereka.
Ia mengatakan, tuntutan ini tidak hanya untuk hak-hak warga Syiah, namun juga untuk merealisasikan hak-hak warga Sunni.
Menurut surat kabar Lebanon, al-Binaa, sejak sekitar tiga bulan lalu hingga sekarang, rezim Al Saud menerapkan kebijakan keras seperti pembunuhan, penculikan dan penangkapan terhadap warga distrik al-Awamiyah di al-Qatif.
Kebijakan pengusiran paksa terhadap warga al-Awamiyah bertentangan dengan hukum internasional. Sebab, berdasarkan hukum HAM, pengusiran paksa merupakan kejahatan tehadap kemanusiaan dan termasuk kejahatan perang.
Desa al-Mosara di al-Awamiyah yang merupakan tempat kelahiran Sheikh Nimr Baqir al-Nimr, ulama terkemuka Syiah Arab Saudi menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan rezim Al Saud. Para pejabat Riyadh berusaha menghancurkan seluruh desa ini dengan dalih untuk pembangunan proyek.
Sejak tahun 2011 dan pasca meluasnya demonstrasi rakyat untuk memprotes kejahatan dan penindasan yang dilakukan rezim Al Saud, kawasan timur Arab Saudi yang mayoritasnya penduduknya bermazhab Syiah sering menjadi sasaran serangan dan brutalitas aparat keamanan negara itu. (RA)