Kompetisi Diplomatik Tiga Arah untuk Mengatasi Krisis Kabul-Islamabad
https://parstoday.ir/id/news/world-i181244-kompetisi_diplomatik_tiga_arah_untuk_mengatasi_krisis_kabul_islamabad
Secara bersamaan dengan meningkatnya ketegangan perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan, tiga kekuatan regional — Iran, Arab Saudi, dan Turki — telah memasuki arena mediasi untuk mengendalikan krisis yang mengancam keamanan seluruh kawasan.
(last modified 2025-11-29T04:51:24+00:00 )
Nov 29, 2025 11:34 Asia/Jakarta
  • Kompetisi Diplomatik Tiga Arah untuk Mengatasi Krisis Kabul-Islamabad

Secara bersamaan dengan meningkatnya ketegangan perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan, tiga kekuatan regional — Iran, Arab Saudi, dan Turki — telah memasuki arena mediasi untuk mengendalikan krisis yang mengancam keamanan seluruh kawasan.

Krisis perbatasan Afghanistan–Pakistan telah melampaui sebuah perselisihan bilateral dan berubah menjadi pusat perhatian para aktor regional. Keterlibatan simultan Iran, Arab Saudi, dan Turki dalam isu ini telah menciptakan sebuah panggung kompleks dari kerja sama dan persaingan diplomatik yang hasilnya dapat memengaruhi masa depan stabilitas di Asia Selatan dan Asia Barat.

Akar Krisis

Sumber ketegangan antara Kabul dan Islamabad kembali kepada tiga isu utama:

1. Tantangan keamanan:

Pakistan mengklaim bahwa unsur-unsur Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) berlindung di wilayah Afghanistan dan bahwa Taliban tidak mengambil tindakan efektif untuk menahan mereka. Taliban membantah klaim tersebut.

2. Perselisihan perbatasan:

   Masalah Garis Durand masih merupakan persoalan sejarah yang belum terselesaikan dan terus membayangi hubungan kedua negara.

3. Masalah ekonomi:

   Penutupan perlintasan perbatasan telah memberikan tekanan besar pada ekonomi Afghanistan dan meningkatkan ketidakpuasan di wilayah-wilayah perbatasan.

Tujuan Para Pemain Regional

- Iran:

 Teheran, dengan tujuan menjaga keamanan perbatasan timur dan menciptakan suatu kerangka keamanan yang independen dari kekuatan ekstra-regional, telah mengusulkan penyelenggaraan pertemuan kawasan.

- Arab Saudi:

  Riyadh, dalam upaya memulihkan perannya yang tradisional di kawasan dan dengan mempertimbangkan hubungan strategisnya dengan Pakistan, telah menyatakan kesiapan untuk melakukan mediasi.

- Turki:

 Ankara, dengan mengandalkan hubungan keamanan yang erat dengan Pakistan serta pengalamannya dalam isu Afghanistan, berupaya meneguhkan posisinya sebagai aktor berpengaruh dalam dinamika kawasan.

Tantangan yang Dihadapi

Upaya mediasi dalam krisis ini menghadapi sejumlah hambatan, antara lain:

- Ketidakpercayaan mendalam antara Taliban dan Pakistan

- Tidak adanya mekanisme diplomatik resmi dari pihak Taliban

- Potensi rivalitas antara tiga negara mediator

- Berlanjutnya serangan keamanan di wilayah perbatasan

- Kegagalan inisiatif mediasi sebelumnya oleh Qatar dan Turki

Skenario yang Mungkin Terjadi

- Skenario optimistis:

  Jika terdapat koordinasi antara ketiga aktor regional dan kemauan politik dari Kabul serta Islamabad, mediasi ini dapat menghasilkan pembukaan kembali perbatasan, pengurangan serangan, dan tercapainya stabilitas relatif.

- Skenario pesimistis:

  Jika persaingan antara mediator terus berlanjut dan ketidakpercayaan mendalam tetap ada, krisis bukan saja tidak akan terselesaikan, tetapi juga dapat berubah menjadi arena kompetisi proxy dan semakin mengancam keamanan kawasan.

Kesimpulan

Krisis ini merupakan ujian bagi kemampuan kerja sama regional dalam mengelola perbedaan. Keberhasilan mediasi tiga pihak ini dapat menciptakan pola baru penyelesaian krisis regional, sementara kegagalannya berpotensi memperburuk ketidakstabilan di Asia Selatan dan Asia Barat. Bentuk kerja sama atau persaingan di antara Iran, Arab Saudi, dan Turki dalam isu ini akan menentukan arah tatanan keamanan kawasan pada tahun-tahun mendatang.(PH)