Irak Menolak untuk Ikut Mengembargo Qatar
-
Haider al-Abadi, PM Irak (kanan)
Perdana Menteri Irak kepada negara-negara pemberlaku sanksi terhadap Qatar mengatakan, Baghdad menolak untuk mengambil posisi anti-Doha dan lebih mengedepankan posisi netral terkait hal ini.
"Irak menolak untuk menyertai setiap pihak dalam krisis yang muncul di antara sejumlah negara pesisir Teluk persia," kata Haider al-Abadi dalam pertemuan dengan Khalid bin Ahmed Al Khalifa, Menteri Luar Negeri Bahrain yang berkunjung ke Baghdad, ibukota Irak pada Minggu (13/8/2017). Demikian dilaporkan FNA mengutip situs al-Araby al-Jadeed.
Al-Araby al-Jadeed menulis, pernyataan al-Abadi tersebut bermakna sebagai posisi resmi Irak dalam menghadapi tekanan berkelanjutan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir untuk menyertai negara-negara ini mengembargo Qatar.
Sejak 5 Juni 2017, Arab Suadi, UEA, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas tuduhan bahwa pemerintah Doha mendukung kelompok-kelompok teroris.
Keempat negara itu juga menuntut Qatar untuk menghentikan jaringan Aljazeera, memutuskan hubungan dengan Iran dan Hizbullah, dan menututp pangkalan militer Turki di Qatar, namun pemerintah Doha menolak semua tuntutan tersebut.
Menlu Bahrain dalam kunjungan mendadak ke Irak tiba di Baghdad pada Minggu. Ia bertemu dan berdialog dengan PM Irak setelah bertemu dengan timpalannya di negara ini dan Presiden Irak. (RA)