Suriah Bantah Laporan PBB Soal Senjata Kimia
-
Duta Besar Suriah untuk Misi PBB di Jenewa, Hussam Eddin Ala
Pemerintah Suriah dalam menanggapi laporan Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) tentang penggunaan senjata kimia, menyatakan bahwa Damaskus tidak memiliki senjata seperti itu.
Seperti dikutip kantor berita Fars, Jumat (8/9/2017), Duta Besar Suriah untuk Misi PBB di Jenewa, Hussam Eddin Ala dalam sebuah surat kepada Presiden UNHRC, mengatakan Suriah tidak memiliki senjata kimia dan penggunaan senjata kimia adalah kejahatan.
Dalam merespon laporan komite PBB yang menuding pemerintah Damaskus menggunakan senjata kimia, Hussam Ala menegaskan tudingan tersebut politis, tidak sah dan tidak berdasar.
"Meskipun ada peringatan berulang terhadap dampak perilaku menyimpang komite PBB, namun mereka tetap melanjutkan perilaku negatifnya dan melangkahi yurisdiksinya sebagai komite investigasi," tambahnya.
Lebih dari 100 orang tewas dan sekitar 400 lainnya terluka dalam serangan kimia mencurigakan di distrik Khan Sheikhoun, Suriah pada 4 April 2017.
Hussam Ala menandaskan, perilaku komite PBB yang dipolitisasi dan selektif sejak awal dan dampak negatifnya terhadap situasi di lapangan, mendorong pemerintah Suriah untuk mengabaikan semua laporannya, karena mereka telah menjadi mesin propaganda murah yang melayani agenda tertentu.
Banyak pakar percaya bahwa tudingan terhadap pemerintah Damaskus merupakan sebuah upaya untuk menyesatkan opini publik dan memutarbalikkan fakta setelah militer Suriah mencapai kemenangan atas teroris.
Berdasarkan laporan resmi, para teroris berkali-kali menggunakan senjata kimia di Irak dan Suriah. (RM)