Pasca Serangan Brussels, Suriah Ajak Barat Jujur Perangi Terorisme
Pemerintah Suriah menilai serangan Brussels sebagai dampak dari kebijakan keliru terhadap terorisme.
Kementerian Luar Negeri Suriah pada Selasa (22/3/2016), mengecam serangan teroris di Brussels, Belgia dan menyatakan serangan itu merupakan dampak dari kebijakan keliru, mengabaikan masalah terorisme dan mendukung kelompok-kelompok teroris. Demikian dikutip kantor berita Suriah (SANA).
“Ledakan di Brussels dan sebelumnya di Paris dan tempat-tempat lain di dunia, kembali membuktikan bahwa terorisme tidak mengenal batas geografis,” tambahnya.
Kemenlu Suriah menegaskan bahwa Damaskus yang sudah memerangi teroris takfiri sejak lima tahun lalu, kembali menyeru dunia internasional untuk secara jujur melawan ancaman terorisme dan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional dan internasional, memaksa semua negara pendukung teroris untuk menghentikan segala bentuk bantuan kepada kelompok teroris.
Serangan teror di dua lokasi di Brussels pada hari Selasa telah menewaskan sedikitnya 34 orang dan melukai lebih dari 200 lainnya.
Kelompok teroris Daesh mengaku bertanggung jawab atas serangan Brussels dan juga mengancam negara-negara Barat dengan serangan yang lebih besar.(RM)