Tuduhan Israel, Hamas Penyebab Seluruh Bencana di Gaza
Rezim Zionis Israel pada Ahad (8/10) malam melancarkan serangan artileri ke Jalur Gaza.
Serangan artileri Israel dilakukan terhadap salah satu pos pasukan gerakan perlawanan di wilayah Abu Safiya, di timur kamp pengungsi Al Maghazi yang terletak di pusat Gaza.
Alasan serangan tersebut, sebagaimana diklaim militer Israel, adalah balasan atas penembakan sebuah roket dari Gaza ke distrik Eshkol di selatan wilayah pendudukan yang tidak menimbulkan korban ataupun kerusakan. Israel menganggap Hamas bertanggung jawab atas segala bentuk serangan dari Gaza ke wilayah pendudukan. Akan tetapi realitasnya jauh berbeda dari apa yang disampaikan oleh militer Israel.
Serangan ke Gaza itu dilakukan di saat Hamas sudah menyerahkan pengelolaan kota ini kepada pemerintahan persatuan nasional Palestina. Pemerintahan ini menggelar rapat kabinet pertamanya di Gaza pada hari Senin, 2 Oktober 2017, yaitu sepekan yang lalu.
Meski demikian, sebelum dan setelah rapat kabinet pertama pemerintahan persatuan nasional Palestina di Gaza itu, perbedaan pendapat antara Hamas dan Fatah muncul, salah satunya dan yang terpenting berkaitan dengan senjata gerakan perlawanan.
Beberapa petinggi Fatah termasuk Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Ramallah menuntut perlucutan senjata Hamas. Sementara Israel dalam mereaksi sikap pemerintah persatuan nasional Palestina mengumumkan, selama Hamas di Gaza masih memegang senjata, maka rekonsiliasi nasional tidak akan ada maknanya.
Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas menanggapi statemen tersebut dan menolak segala bentuk tawar-menawar terkait senjata gerakan perlawanan. Dengan tegas ia mengatakan, selama penjajah masih bercokol di Palestina, kami tidak akan pernah meletakkan senjata.
Dengan memperhatikan situasi ini dan pernyataan militer Israel bahwa Hamas bertanggung jawab atas serangan artileri malam lalu ke Gaza, maka senjata gerakan perlawanan sekali lagi menjadi target Israel. Rezim Zionis sedang berusaha, selain mendesak Otorita Ramallah untuk memberikan tekanan lebih besar kepada Hamas, juga mempertahankan hukuman atas Jalur Gaza.
Kali ini, dengan memunculkan kembali isu senjata gerakan perlawanan, Israel berusaha mencegah persatuan Hamas dengan Fatah dan keberhasilan pemerintahan persatuan nasional Palestina. Pasalnya, kepentingan Israel dapat terjamin jika konflik menguat dan dualisme kepemimpinan di antara kelompok-kelompok perlawanan Palestina, tetap ada.
Tujuan lain Israel dari serangan artilerinya ke Gaza malam lalu dan serangan-serangan lain ke Jalur Gaza, adalah agar masyarakat wilayah itu bangkit melawan Hamas dan akhirnya Hamas mendapat tekanan dari warga Gaza sendiri.
Israel berusaha mencapai tujuan-tujuan tersebut di tengah berlanjutnya blokade total Gaza sejak 2007 yang mengakibatkan buruknya kondisi kemanusiaan di wilayah itu. Israel berusaha agar Hamas menjadi pihak yang dituduh bertanggung jawab atas buruknya kondisi kemanusiaan di Gaza. (HS)