Kemlu Yaman Kecam Blokade Penuh Saudi terhadap Negara itu
-
Kemlu Yaman.
Kementerian Luar Negeri Yaman menilai penutupan perbatasan laut, udara dan darat negara ini mengindikasikan kegagalan nyata dan kebingungan para pemimpin politik dan militer Arab Saudi dalam serangan besar-besarannya terhadap rakyat Yaman.
Pasca serangan rudal militer Yaman ke Bandara Udara Internasional King Khalid Riyadh, koalisi anti-Yaman pimpinan Arab Saudi pada Minggu malam, 5 November 2017 mengumumkan penutupan semua jalur darat, laut dan udara Yaman.
Menurut Alalam, Selasa (7/11/2017), Kemlu Yaman dalam pernyataannya, menyebut penutupan perbatasan darat, laut dan udara oleh pasukan agresor bukan sebagai hal yang baru.
"Langkah ini adalah indikasi penderitaan langsung dan teroganisir Yaman yang dimulai dengan serangan rezim Arab Saudi, dimana hal itu telah diupayakan pada tahun-tahun sebelumnya dengan tujuan untuk meningkatkan masalah dan kelaparan rakyat Yaman agar bisa mengalahkan mereka," imbuh pernyataaan itu.
Disebutkan pula bahwa langkah-langkah anti-kemanusiaan yang diambil oleh para pejabat rezim Al Saud dalam agresi ke Yaman, upaya mereka untuk tetap menutup bandara Sanaa dan memblokade pelabuhan al-Hudaydah serta melarang masuknya kapal-kapal bantuan kemanusiaan yang membawa bahan makanan dan obat-obatan merupakan bagian dari program gagal musuh untuk menekan rakyat Yaman dan memaksa mereka untuk menyerah.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari Amerika Serikat dimulai sejak Maret 2015. Invasi militer ini hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 15.300 warga Yaman, terutama anak-anak dan perempuan.
Agresi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman juga telah memporak-porandakan infrastruktur vital Yaman seperti rumah sakit, sekolah dan fasilitas publik lainnya. Sementara blokade darat, laut dan udara oleh pasukan agresor semakin menambah penderitaan rakyat di negara ini. (RA)