Petinggi Palestina Reaksi Rencana Pemindahan Kedubes AS ke Al-Quds
-
Trump dan Baitul Maqdis
Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri saat mereaksi rencana Presiden AS, Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar negara ini ke Baitul Maqdis mengatakan, rezim penjajah al-Quds tidak memiliki tempat di Palestina sehingga mereka ingin menetapkan sebuah ibukota.
IRNA melaporkan, Sami Abu Zuhri Selasa (5/12) di akun Twitternya menekankan, selama bentrokan dan konfrontasi ini, rezim penjajah al-Quds hanya menderita kerugian dan penyesalan.
Dalam hal ini Mustafa Barghouti, anggota komite eksekutif PLO Rabu (5/12) saat diwawancarai CNN menandaskan, keputusan Trump terkait relokasi kedubes negara ini ke al-Quds tidak bertanggung jawab.
Ia menekankan, hal ini mengindikasikan bahwa pengambil keputusan di Washington khususya presiden berada di bawah pengaruh lobi Zionis.
Anggota kimite eksekutif PLO ini menambahkan, langkah ini akan memicu kebangkitan rakyat Palestina, instabilitas di Timur Tengah dan reaksi tak normal di negara-negara Islam.
Sejumlah sumber melaporkan, presiden Amerika hari Rabu (6/12) berencana mengumumkan al-Quds sebagai ibukota Israel dan memindahkan kedutaan besar negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis. (MF)