Aparat Keamanan Zionis Serbu dan Tangkap Belasan Warga Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47887-aparat_keamanan_zionis_serbu_dan_tangkap_belasan_warga_palestina
Aparat keamanan rezim Zionis Israel menyerbu berbagai wilayah al-Quds dan menangkap banyak warga Palestina.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Des 08, 2017 13:52 Asia/Jakarta
  • Penangkapan warga Palestina.
    Penangkapan warga Palestina.

Aparat keamanan rezim Zionis Israel menyerbu berbagai wilayah al-Quds dan menangkap banyak warga Palestina.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (8/12/2017) dini hari menjelang demonstrasi besar paca keputusan Donald Trump, Presiden AS yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.

Pusat Informasi Palsetina mengutip sumber-sumber lokal menyebutkan, menjelang unjuk rasa "Jumat Kemarahan," aparat keamanan Israel menyerbu bagian kuno al-Quds pada Jumat dini hari dan menangkap sedikitnya 16 warga Palestina setelah menganiaya mereka.

Unjuk rasa "Jumat Kemarahan" dan Intifada Pembebasan Masjid al-Aqsa adalah seruan Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan berbagai kelompok Muqawama Palestina lainnya. Demonstrasi ini untuk memprotes keputusan Trump yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim penjajah Israel.

Di sisi lain, Gadi Eizenkot, Kepala Staf Gabungan Militer rezim Zionis telah memerintahkan pasukannya untuk siap siaga di Tepi Barat, al-Quds pendudukan dan di sekitar Jalur Gaza menyusul kemungkinan terjadinya bentrokan. Ia juga memanggil pasukan cadangan Israel.

Aparat keamanan rezim Zionis.

Pada Kamis, Tepi Barat dan Gaza menjadi ajang unjuk rasa dan bentrokan luas antara para demonstran Palestnia dan aparat keamanan rezim Zionis yang memprotes keputusan terbaru AS. Lebih dari 160 warga Palestina dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Kelompok-kelompok Muqawama di Gaza menilai keputusan terbaru Presiden AS sebagai pengumuman perang terhadap umat Arab dan Islam.

Sementara berbagai kelompok Muqawama Palestina di wilayah pendudukan mengeluarkan pernyataan yang menyerukan rakyat Palestina untuk melakukan perlawanan bersenjata terhadap rezim Zionis.

Pada Rabu malam, Presiden AS mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim palsu Zionis. Keputusan ini diambil meski muncul berbagai penentangan luas regional dan internasional. Langkah sepihak tersebut juga dikecam oleh negara-negara Muslim, Arab dan Eropa. (RA)