Hamas: Keputusan Trump harus Dilawan !
-
Ismail Haniyah
Ketua biro politik Hamas menyatakan pihaknya bertekad untuk melawan keputusan terbaru presiden AS yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis.
Al-Quds Al-Arabiya melaporkan, Ismail Haniyah setelah shalat Jumat mengatakan, Palestina menghadapi tantangan besar tentang identitas Baitul Maqdis, dan masjid Al-Aqsa, yang saat ini kemuliaan dan kehormatannya sedang menjadi target.
Menurutnya, pencabutan keputusan Trump membutuhkan persatuan bangsa Palestina dalam masalah muqawama dan intifada bersama prinsip dan kebijakannya.
"Gerakan Hamas berkomitmen terhadap persatuan nasional. Oleh karena itu terus menyingkirkan penghalangnya," tegas Haniyah hari Jumat (15/12).
Ketua biro politik Hamas menegaskan, sudah saatnya semua pihak menyingkirkan perbedaan dan mengedepankan persatuan karena masalah strategis mengancam seluruh Palestina.
Haniyah menyerukan supaya gerakan Fatah bersama-sama ikut menyempurnakan proses rekonsiliasi nasional dan pembentukan negara Palestina dengan ibu kota Baitul Maqdis.
Pada hari Jumat digelar aksi unjuk rasa besar-besaran di berbagai wilayah Palestina menentang keputusan terbaru Trump yang mengakui Baitul Maqdis sebagai ibu kota Israel, dan rencana pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis. (PH)