Hizbullah: Veto AS di DK PBB demi Lindungi Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i48415-hizbullah_veto_as_di_dk_pbb_demi_lindungi_israel
Hizbullah Lebanon dalam statemen terbarunya mereaksi veto AS terhadap rancangan resolusi mengenai Baitul Maqdis yang disampaikan di sidang Dewan Keamanan PBB, dan menilainya sebagai bentuk perlindungan Washington terhadap kepentingan rezim Zionis.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Des 20, 2017 00:10 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon
    Hizbullah Lebanon

Hizbullah Lebanon dalam statemen terbarunya mereaksi veto AS terhadap rancangan resolusi mengenai Baitul Maqdis yang disampaikan di sidang Dewan Keamanan PBB, dan menilainya sebagai bentuk perlindungan Washington terhadap kepentingan rezim Zionis.

Hizbullah Selasa malam (19/12) mengatakan, veto AS menunjukkan arogansi  negara ini di hadapan dewan keamanan PBB.

Gerakan perlawanan rakyat Lebanon ini  menyerukan Palestina, bangsa Arab dan umat Islam serta semua pihak yang mencintai kemerdekaan di dunia untuk melanjutkan aksi protes terhadap keputusan AS mengenai masalah Baitul Maqdis.

AS Senin malam (18/12) memveto rancangan resolusi yang diusulkan Mesir mengenai Baitul Maqdis, meskipun 14 anggota Dewan Keamanan PBB menyetujuinya.

Prakarsa resolusi ini menyerukan kepada seluruh negara dunia untuk menghindari pembentukan perwakilan diplomatik, baik kedutaan maupun konsuler di kota Baitul Maqdis berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB no.478.

Mesir menyebarkan rancangan resolusi tentang Baitul Maqdis ini kepada 15 anggota Dewan Keamanan PBB pada hari Sabtu, dan Dewan Keamanan Senin malam menggelar sidang untuk membahas usulan tersebut.

Sidang Dewan Keamanan PBB

Sebelumnya, Trump Rabu (6/12) menyampaikan pengakuan resmi AS terhadap Baitul Maqdis sebagai ibu kota rezim Zionis. 

Tidak hanya itu, Trump juga menginstruksikan kepada kementerian luar negeri AS untuk melakukan persiapan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.

Keputusan tersebut menyulut penentangan dari berbagai kalangan, termasuk para pemimpin dunia. (PH)