Haniyeh: Quds Selamanya Ibukota Palestina dan Milik Umat Islam
-
Ismail Haniyeh
Ismail Haniyeh, Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menekankan, Quds yang bersatu dan jauh dari pembagian menjadi dua bagian timur dan barat, adalah berstatus Arab, islami dan selamanya menjadi ibukota Palestina serta milik seluruh umat Islam.
Menurut laporan Pusat Informasi Palestina, Haniyeh pada Selasa (19/12/2017) dalam sebuah acara di selatan Jalur Gaza mengatakan, ذangsa Palestina tidak terkejut dengan veto Amerika Serikat di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, karena langkah ini dalam kerangka politik utama Amerika Serikat untuk senantiasa menjadi sekutu utama rezim Zionis.
Amerika Serikat pada Senin malam memveto draf resolusi usulan Mesir soal Quds, di Dewan Keamanan, meski telah disetujui 14 anggota Dewan.
Haniyeh menekankan sikap Hamas menentang keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat Donald Trump anti-Quds dan mengatakan, keputusan seperti ini tidak punya masa depan di bumi Palestina.
Ketua Biro Politik Hamas melanjutkan persatuan faktual negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dan mengesampingkan seluruh perselisihan, penyelesaian masalah-masalah internal melalui dialog dan penghormatan timbal balik serta menjaga kedaulatan juga keputusan negara-negara.
Ismail Haniyah juga mengharapkan revivalisasi dana dukungan untuk Quds yang pernah diusulkan oleh Qatar pada KTT Liga Arab sebelumnya dalam rangka mendukung warga Quds. Ditegaskannya pula bahwa Hamas mengharapkan suntikan bantuan untuk warga Quds yang memperjuangkan Masjid al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam.(MZ)