Usai Shalat Jumat, Rakyat Palestina Protes Keputusan Presiden AS
-
Pengunjuk rasa Palestina.
Rakyat Palestina dalam unjuk rasa "Jumat Kemarahan" yang ketiga, turun ke jalan-jalan dan mengecam keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel.
Seperti dilansir FNA, Jumat (22/12/2017), usai Shalat Jumat, ribuan warga Palestina di Masjid al-Aqsa keluar dari arah gerbang Bab al-Amoud dan menggelar unjuk rasa untuk mengecam keputusan Presiden AS.
Warga Palestina di Jalur Gaza dan kota Qalqilya, Bethlehem dan al-Khalil di Tepi Barat juga berdemo mengecam keputusan Trump.
Di sejumlah lokasi seperti di Bethlehem terjadi bentrokan antara pengunjuk rasa Palestina dan aparat keamanan rezim Zionis. Pasukan keamanan Israel berusaha membubarkan para pendemo dengan menembakkan gas air mata ke arah mereka.

Dalam dua pekan lalu, rakyat Palestina juga berpartisipasi dalam unjuk rasa "Jumat Kemarahan" untuk memprotes keputusan sepihak Presiden AS terkait al-Quds.
Dalam unjuk rasa pekan lalu, tiga pemuda Palestina gugur syahid dan banyak lainnya terluka akibat serangan pasukan keamanan rezim Zionis di Gaza dan Tepi Barat.
Pasca keputusan Trump, berbagai wilayah Tepi Barat dan Gaza menjadi ajang bentrokan antara pendemo Palestina dan pasukan rezim penjajah al-Quds.
Donald Trump, Presiden AS pada 6 Desember 2017 mengambil langkah sepihak dan mengumumkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis. Ia menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke al-Quds. (RA)