AS Mulai Persiapan Relokasi Kedubesnya ke Al-Quds
-
Trump dan al-Quds
Berbagai media rezim Zionis Israel mengkonfirmasikan persiapan awal relokasi kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke kota al-Quds pendudukan.
Laman Maan News Rabu (27/12) mengutip media Israel menulis, Amerika membeli Hotel Diplomat di tenggara al-Quds sebagai langkah awal pemindahan kedubesnya dari Tel Aviv ke al-Quds. Menurut sumber Israel, langkah Amerika tersebut dimaksudkan sebagai lokasi sementara kedubesnya di al-Quds hingga pembangunan gedung permanen.
Televisi Israel juga melaporkan, sebuah delegasi Amerika yang dipimpin utusan pribadi Donald Trump baru-baru ini melawat al-Quds dan melakukan langkah persiapan awal relokasi sementara kedubes negara ini ke Hotel Diplomat mulai dari pemasangan cctv dan pintu elektronik.
Presiden AS Donald Trump pada 6 Desember 2017 dalam sebuah langkah sepihak dan bertentangan dengan hukum internasional, selain mengumumkan al-Quds sebagai ibukota Israel juga menginstruksikan pemindahan kedubes negara ini dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis.
Aksi tersebut menuai reaksi keras bangsa Palestina dan protes luas di tingkat dunia.
Berbagai kelompok Palestina dan negara-negara Islam seraya memprotes langkah Trump menegaskan al-Quds garis merah dunia Islam dan ibukota Palestina.
Resolusi mendukung al-Quds diratifikasi di Majelis Umum PBB pada hari Kamis lalu dengan suara 128 suara mendukung, 9 suara menolak dan 35 abstain. Berdasarkan resolusi ini, PBB tidak mengakui Baitul Maqdis sebagai ibukota rezim Zionis Israel. (MF)