WHO Peringatkan Penyebaran Kanker dan Difteri di Yaman
-
Pasien di Yaman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan penyebaran penyakit kanker di Yaman menyusul hancurnya fasilitas kesehatan di Yaman akibat agresi militer Arab Saudi dan sekutunya.
Seperti dilansir IRIB, Nevio Zagaria, Wakil WHO untuk Yaman mengatakan, berdasarkan perkiraan WHO, 30.000 warga Yaman didiagnosis menderita kanker setiap tahunnya.
Ia juga memperingatkan menyebarnya penyakit difteri di Yaman. Menurutnya, jumlah penderita penyakit ini di Yaman telah mencapai 914 orang, di mana 59 orang dari jumlah tersebut telah meninggal dunia.
Difteri adalah infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.
Gejala difteri meliputi terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel, demam dan menggigil, sakit tenggorokan dan suara serak, sulit bernapas atau napas yang cepat, pembengkakan kelenjar limfe pada leher, lemas dan lelah dan pilek yang awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.

Sebelumnya, WHO telah berulang kali memperingatkan penyebaran penyakit difteri di Yaman.
Kelanjutan agresi militer Arab Saudi ke Yaman dan hancurnya infrastruktur negara ini terutama jaringan penyediaan air telah menyebabkan percepatan penyeberan kolera yang hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 2.200 orang.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang memperoleh dukungan dari AS dimulai sejak 26 Maret 2015 dan telah menghancurkan infrastruktur vital negara ini.
Blokade pasukan agresor juga semakin menambah penderitaan rakyat Yaman dan mereka menghadapi kekurangan bahan makanan dan obat-obatan.
Pusat Hak Asasi Manusia Yaman mengumumkan bahwa agresi militer Arab Saudi ke Yaman hingga di hari ke-1000 dari serangan ini telah merenggut nyawa 13.603 warga sipil dan melukai 22.289 lainnya. (RA)