Irak tak Izinkan Wilayahnya Dipakai NATO untuk Serang Iran
-
Haider Al Abadi
Perdana Menteri Irak mengatakan, kami tidak akan memberi izin kepada Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO atau negara lain menggunakan wilayah negara ini untuk mengancam Republik Islam Iran.
IRNA (20/2) melaporkan, Haider Al Abadi, PM Irak, Selasa (20/2) petang dalam jumpa pers mingguannya di Baghdad juga menyinggung serangan teroris terhadap pasukan relawan rakyat Irak, Al Hashd Al Shaabi yang menewaskan 27 orang dan menuturkan, perintah untuk menyelidiki serangan ini sudah dikeluarkan.
Tewasnya sejumlah anggota Al Hashd Al Shaabi di sekitar Al Hawija, Irak di tangan teroris telah menyebabkan situasi di negara itu memanas. Beberapa komandan Al Hashd Al Shaabi mengancam akan membalas serangan tersebut.
Haider Al Abadi juga meminta Komisi Tinggi Independen Pemilu Irak untuk menjaga netralitasnya dalam pemilu parlemen. Pemilu parlemen Irak akan diselenggarakan pada 12 Mei 2018 mendatang.
Terkait dibukanya kembali bandara-bandara wilayah Kurdistan, PM Irak mengatakan, selama seluruh syarat yang ditetapkan belum dilaksanakan oleh pemerintah wilayah Kurdistan, maka bandara-bandara di wilayah itu untuk sementara masih belum bisa beroperasi. (HS)