Suriah : AS Provokasi Teroris Lancarkan Serangan Kimia
-
Bashar al-Jaafari
Perwakilan Suriah di Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam mitranya dari Amerika karena mengancam aksi militer terhadap Suriah dengan alasan serangan kimia, seraya menyatakan pernyataan tersebut semata-mata ditujukan memprovokasi serangan kimia oleh teroris dan merekayasa bukti anti-pemerintah Damaskus.
Sebelumnya, Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley telah memperingatkan bahwa jika Dewan Keamanan tidak menindak Suriah, Washington siap untuk bertindak sendiri, seperti yang terjadi tahun lalu dengan membombardir sebuah pangkalan udara militer pemerintah Suriah, yang diklaim Washington digunakan untuk melancarkan serangan bahan kimia sarin
Mereaksi klaim tersebut, Utusan Suriah untuk PBB, Bashar al-Jaafari mengatakan pada sebuah sidang Dewan Keamanan PBB pada hari Senin (12/3/2018) bahwa komentar Haley tidak bertanggung jawab dan melanggar Piagam PBB.
Menurutnya, pernyataan Haley berfungsi sebagai provokasi langsung kepada kelompok teroris untuk menggunakan senjata kimia dan merekayasa bukti guna menuding militer Suriah melakukan serangan tersebut.
"Ketika militer Suriah maju dalam perang melawan terorisme, negara-negara yang mendukung terorisme meluncurkan kampanye propaganda yang menyesatkan untuk mengalihkan perhatian dari agresi dan terorisme yang dihadapi Suriah," katanya.
Militer Suriah dan sekutu Suriah sejak memulai operasi militer terhadap para teroris, hingga kini berhasil membebaskan lebih dari 50 persen daerah yang diduduki teroris di Ghouta Timur.
Ghouta Timur merupakan daerah strategis yang terletak di dekat Damaskus, ibukota Suriah berada dalam pendudukan kelompok teroris. Kelompok teroris yang berada di daerah ini menyerang jalur penyeberangan aman bagi manusia untuk keluarnya warga sipil dari Ghouta Timur dengan roket dan mortir. Setiap harinya para teroris menembakkan roket dan mortir dari Ghouta Timur ke Damaskus menarget warga sipil.(MZ)