Sebut Al Hashd Al Shaabi Teroris, Irak Peringatkan UEA
-
Jubir Kemenlu Irak, Ahmed Mahjoob
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Irak memperingatkan Menteri Luar Negeri Uni Emirat Arab karena menyebut Al Hashd Al Shaabi, teroris.
Jubir Kemenlu Irak mengatakan, statemen itu adalah intervensi dan bisa merusak hubungan bilateral kedua negara.
IRNA mengutip situs resmi Kemenlu Irak melaporkan, Ahmed Mahjoob, Selasa (20/3/2018) malam menuturkan, tuduhan Menlu UEA, Anwar Gargash bahwa Al Hashd Al Shaabi menerima bantuan uang dari Qatar dan menyebut pasukan relawan rakyat Irak itu sebagai teroris, dapat menjadi hambatan serius dalam upaya memperkuat dan memulihkan hubungan bilateral.
Jubir Kemenlu Irak menjelaskan, Baghdad berulangkali menegaskan bahwa pasukan relawan rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari instansi keamanan negara ini dan keberadaan Al Hashd Al Shaabi sebagai sebuah lembaga resmi yang berada langsung di bawah Panglima tertinggi Irak, mendapat pengesahan dari parlemen.
Ia menambahkan, Al Hashd Al Shaabi memainkan peran kunci dalam penumpasan kelompok teroris Daesh yang mengancam Irak dan kawasan.
Anwar Gargash yang cukup dikenal di media sosial Twitter itu, beberapa hari lalu tanpa bukti mengeluarkan tuduhan terhadap pasukan relawan rakyat Irak.
Ia menulis, pemerintah Qatar menyalurkan ratusan juta dolar untuk kelompok-kelompok teroris semacam Al Hashd Al Shaabi.
Pernyataan Menlu UEA itu disampaikan setelah Perdana Menteri Irak baru-baru ini mengeluarkan perintah penyetaraan hak dan gaji pasukan Al Hashd Al Shaabi dengan tentara Irak lainnya. (HS)