Netanyahu Ngotot Ingin Berperang dengan Iran
-
Benjamin Netanyahu
Kubu neokonservatif AS dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu tidak ingin menyaksikan pencabutan sanksi anti-Iran, karena mereka menginginkan konfrontasi militer dengan Republik Islam
Hal itu dikemukakan mantan anggota kongres AS dan calon presiden, dalam tweet-nya pada hari Senin (7/5/2018).
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia akan mengumumkan apakah Washington akan keluar dari kesepakatan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) pada Selasa sore (8/5/2018).
“Beberapa kelompok menyemangati dia [Trump]. Neocons di negara ini mendukungnya, tentu saja, karena mereka tidak ingin melihat pengabaian [sanksi]. Mereka menginginkan konfrontasi. Sebenarnya, sekutu asing terbaik mereka adalah Netanyahu,” kata Paul dalam sebuah wawancara pada hari Senin,
“Netanyahu sendiri pekan lalu adalah bombastis, dan mencoba menyajikan kasus ini dan menyatakan betapa jahatnya Iran dengan mengandalkan statistik yang sudah ketinggalan zaman, tetapi dia terperangkap di dalamnya. Saya pikir seharusnya dia merasa malu. Tapi...dia mendesaknya. Kami harus berkonfrontasi dengan mereka [Iran]," katanya.
"Saya tidak berpikir dia berkata 'mari kita berperang,' tapi demikianlah kebijakannya. Dia bersedia untuk menghadapi mereka secara militer sekarang," tambahnya.
AS akan secara resmi memutuskan komitmennya terhadap JCPOA pada 12 Mei di saat sekutunya di Eropa khususnya Inggris, berusaha keras meyakinkan Presiden Donald Trump untuk tetap berada dalam kesepakatan yang didukung oleh lima kekuatan dunia lainnya.(MZ)