Abadi dan Sadr: Partisipasi Semua Kubu dalam Pembentukan Pemerintah baru Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i57148-abadi_dan_sadr_partisipasi_semua_kubu_dalam_pembentukan_pemerintah_baru_irak
Perdana Menteri Irak dan pemimpin Kelompok Sadr menekankan pemberdayaan kapasitas semua kelompok dalam pembentukan pemerintahan masa depan negara ini.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
May 20, 2018 12:15 Asia/Jakarta
  • Haider al-Abadi dan Moqtada Sadr
    Haider al-Abadi dan Moqtada Sadr

Perdana Menteri Irak dan pemimpin Kelompok Sadr menekankan pemberdayaan kapasitas semua kelompok dalam pembentukan pemerintahan masa depan negara ini.

Menurut laporan televisi Alsumaria, sesuai dengan pernyataan yang dipublikasikan kantor Perdana Menteri Irak hari Sabtu (19/5), Haider al-Abadi, Perdana Menteri Irak dalam pertemuannya dengan Moqtada Sadr, Pemimpin Kelompok Sadr memberi selamat kepada rakyat Irak terkait penyelenggaraan pemilu parlemen sesuai waktu dan ketentuan serta menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang melindungi para pemilih dan mempertahankan sikap tidak berpihak kepada satu kelompok selama pemilihan.

Haider al-Abadi dan Moqtada Sadr

Al-Abadi, yang juga memimpin koalisi al-Nasr, mengajak seluruh kelompok politik untuk menerima hasil pemilu dan prosedurnya serta meminta Komisi Tinggi Pemilu menindaklanjuti protes sebagian kandidat.

PM Irak menyinggung tujuan pertemuannya dengan Sadr untuk melakukan penjajakan guna mempercepat pembentukan pemerintah mendatang Irak. Al-Abadi mengatakan, pemerintah akan datang Irak adalah pemerintah yang kuat, selain memberikan layanan kepada rakyat juga menciptakan lapangan kerja dan berusaha meningkatkan taraf hidup rakyat.

Dalam pertemuan itu, Moqtada Sadr, yang juga memimpin aliansi Sairun berhasil meraih 54 kursi dalam pemilihan parlemen Irak mengatakan, konsultasi dengan al-Abadi berisi pesan bahwa pemerintah masa depan akan melindungi hak semua orang Irak.

Pemilihan parlemen Irak diselenggarakan Sabtu, 12 Mei 2018 dengan partisipasi sekitar 11 juta dari warga Irak, dengan tingkat partisipasi lebih dari 44 persen.