Gagal Duduki al-Hudaydah Yaman, UEA Tuding Iran Kirim Senjata
-
Pertempuran di al-Hudaydah Yaman
Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim bahwa senjata-senjata yang digunakan oleh pasukan dan pejuang Yaman adalah buatan Iran. Klaim ini dilontarkan pasca kegagalan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi untuk menduduki pelabuhan al-Hudaydah Yaman.
Sejak 13 Juni 2018, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke Yaman barat untuk menduduki pelabuhan al-Hudaydah, namun gagal. UEA mengadakan pameran di Abu Dhabi, di mana dalam pameran ini ditunjukkan sejumlah senjata yang ditemukan di medan tempur.
Berdasarkan penemuan tersebut, UEA mengklaim bahwa senjata-senjata itu berasal dari Iran yang diberikan kepada pasukan Yaman.
Klaim itu dilontarkan ketika Yaman berada di bawah blokade penuh dari darat, laut dan udara oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, bahkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman tidak mungkin untuk dilakukan.
Sebelumnya, Arab Saudi juga mengadakan pameran serupa yang menunjukkan potongan dari sebuah rudal yang di atasnya terukir tanda standard Iran. Riyadh kemudian melontarkan klaim tentang bantuan senjata Iran ke Yaman.
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran Mohammad Javad Zarif mereaksi klaim dan "dokumen" konyol tersebut. Dia mengatakan, tanda standard tidak dibuat di atas rudal, tetapi dicetak di produk-produk makanan.
Klaim UEA dan Arab Saudi pada dasarnya untuk menjustifikasi kegagalan mereka untuk menguduki pelabuhan al-Hudaydah disebabkan perlawanan gigih militer dan komite rakyat Yaman, terutama dalam sepekan terkahir.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)