Ansarullah: AS Satu-satunya yang Diuntungkan dari Perang Yaman
-
Anasrullah
Anggota Biro Politik Ansarullah Yaman mengatakan, Amerika Serikat tidak ingin perang di Yaman berakhir, karena negara itu adalah satu-satunya pihak yang diuntungkan dari perang ini.
Ali Al Qahoum kepada kantor berita Sputnik (17/7) menuturkan, agresi militer Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ke Yaman telah membuka peluang penjajahan bagi Amerika, karena perang Yaman adalah perang yang dilancarkan Amerika dan rezim Zionis Israel lewat tangan pasukan bayarannya.
Al Qahoum menambahkan, PBB sekarang sudah berubah menjadi alat kepentingan Amerika. Kami menuntut dihentikannya segera perang, tapi Amerika bersikeras melanjutkannya sehingga bisa menghancurkan Yaman, merebut kontrol pelabuhan dan sumber gas serta minyak negara ini, juga membuka peluang penjajahan.
Di sisi lain, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Mohammad Ali Al Houthi dalam pesannya, menyambut usulan tokoh-tokoh Arab terkait gencatan senjata tiba bulan di Yaman dan mempersiapkan jalannya perundingan dengan pengawasan internasional guna mengakhiri perang yang sudah berlangsung tiga tahun di negara ini.
Sejumlah tokoh politik dari beberapa negara dalam konferensi yang digelar di Yordania baru-baru ini, mendesak gencatan senjata tiga bulan dan dimulainya dialog komprehensif di bawah pengawasan dunia internasional di Yaman. (HS)