Hadapi Layang-layang Palestina, Israel Gunakan Drone Canggih
-
layang-layang api Palestina
Ketidakberdayaan dan keputusasaan rezim Zionis Israel di hadapan senjata-senjata sederhana rakyat Palestina, memaksa rezim itu menggunakan alat perang canggih untuk menghadapi layang-layang api Palestina.
Penerbangan layang-layang api ke wilayah pendudukan sejak pecahnya demonstrasi Hak Kembali di perbatasan Jalur Gaza, 30 Maret lalu, telah berubah menjadi salah satu metode perlawanan rakyat Palestina, dan berkat metode itu, hingga kini Palestina berhasil memberikan kerugian cukup besar terhadap Israel.
Stasiun televisi Al Kowsar (19/7) melaporkan, Israel yang selalu gagal mengidentifikasi dan menghancurkan layang-layang api Palestina, telah menempatkan sistem pesawat tanpa awak Goshawk di dekat perbatasan Jalur Gaza.
Sistem drone canggih ini dilengkapi alat sensor cahaya untuk mendeteksi objek terbang api, alat peluncur, sistem penerima informasi dan pengirim pesan.
Sebelumnya, pakar teknologi dirgantara Israel, Joseph Shapira saat meninjau wilayah perbatasan Jalur Gaza dengan wilayah pendudukan tahun 1948, mengakui kekalahan Israel di hadapan layang-layang api Palestina.
Menurut keterangan Kementerian Peperangan Israel, dalam dua bulan terakhir, sekitar 1200 layang-layang api diterbangkan dari Jalur Gaza ke wilayah pendudukan, 700 di antaranya berhasil membakar 20 kilometer lahan pertanian dan merugikan Israel sebesar tiga juta dolar. (HS)