PLO: Amerika Ingin Peras Rakyat Palestina
-
Hanan Ashrawi
Salah satu anggota Komite Eksekutif, Organisasi Pembebasan Palestina, PLO mengatakan, Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel telah meruntuhkan seluruh pondasi perundingan damai.
IRIB melaporkan, anggota Komite Eksekutif PLO, Hanan Ashrawi, Sabtu (1/9/2018) terkait pemutusan bantuan Amerika atas Agensi PBB untuk Pekerjaan dan Pemulihan Pengungsi Palestina di Timur Dekat, UNRWA menuturkan, Amerika menjadikan masalah ini sebagai alat untuk melakukan pemerasan politik dan uang tutup mulut rakyat Palestina.
Ashrawi menambahkan, pada kenyataannya, tidak ada proses rekonsiliasi dan Israel secara sepihak telah menghancurkan seluruh pondasi perdamaian termasuk masalah pengungsi, Al Quds dan pemukiman Zionis.
Anggota PLO itu melanjutkan, langkah terbaru Amerika terhadap UNRWA termasuk cara-cara keji dan sudah diperhitungkan untuk menghukum rakyat Palestina, pasalnya mereka tidak pernah mau tunduk pada Israel dan atas apa yang didiktekan Amerika.
Embargo Amerika terhadap UNRWA merupakan bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump untuk menekan rakyat Palestina agar mau menerima proyek yang digagasnya yaitu Transaksi Abad.
Berdasarkan proyek prakarsa Trump itu, kota Al Quds akan diserahkan ke Israel, para pengungsi Palestina di beberapa negara tidak punya hak kembali dan Palestina hanya menguasai sisa wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza. (HS)