Suriah Desak PBB Bertindak Sikapi Provokasi Israel
Kementerian luar negeri Suriah dalam suratnya yang dilayangkan kepada Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB mendesak sikap tegas PBB menyikapi aksi provokatif rezim Zionis di dataran tinggi Golan.
Kantor berita Suriah, SANA melaporkan, kementerian luar negeri Suriah dalam surat yang dilayangkan ke PBB hari Minggu (17/4) mengecam rezim Zionis yang menggelar pertemuan di Golan.
Selain itu, kemenlu Suriah juga mendesak Sekjen PBB, Ban Ki-moon dan ketua Dewan Keamanan PBB segera mengambil tindakan menyikapi aksi tidak bertanggung jawab pejabat Tel Aviv di Golan supaya tidak mengulangi tindakan tersebut.
Dengan bersandar kepada resolusi Dewan Keamanan PBB no.497 di tahun 1981, Damaskus membantah ketetapan yang dikeluarkan Knesset mengenai penguasaan dataran tinggi Golan.
"Kebijakan Israel tersebut menunjukkan rezim ini tidak menghormati publik internasional," tulis pernyataan Kemenlu Suriah dalam suratnya kepada PBB.
Perdana Menteri rezim Zionis baru-baru ini mengklaim dataran tinggi Golan menjadi bagian dari Israel.
Statemen Benyamin Netanyahu ini mengemuka sebagai reaksi atas meningkatnya tekanan publik dunia supaya Israel mundur dari Golan yang dikuasainya sebagai hasil dari kesepakatan mendatang Suriah dalam perundingan damai di Jenewa.
Netanyahu dalam sidang kabinet yang pertama kali digelar di Golan hari Minggu (17/4) meminta publik dunia secara resmi mengakui dataran tinggi strategis ini sebagai bagian dari Israel.(PH)