Perkembangan Terbaru Konflik di Suriah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i64605-perkembangan_terbaru_konflik_di_suriah
Berikut ini adalah transformasi terbaru dalam konflik di Suriah. Kelompok-kelompok teroris di Suriah telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata sehingga mendorong militer negara itu untuk bersiap menggelar operasi besar.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 24, 2018 20:07 Asia/Jakarta
  • Suriah.
    Suriah.

Berikut ini adalah transformasi terbaru dalam konflik di Suriah. Kelompok-kelompok teroris di Suriah telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata sehingga mendorong militer negara itu untuk bersiap menggelar operasi besar.

Kelompok-kelompok teroris pada hari Kamis, 22 November 2018 telah beberapa kali menyerang posisi pasukan Suriah di Provinsi Aleppo, Hama, Idlib dan Latakia.

 

Pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok-kelompok teroris yang didukung Barat, sejumlah negara Arab dan rezim Zionis itu menyebabkan kemungkinan gagalnya kesepakatan antara Rusia dan Turki untuk menciptakan zona sipil di Suriah utara.

 

Sebuah sumber militer Suriah menegaskan bahwa pasukan Suriah memiliki kemampuan cukup untuk membebaskan dalam waktu singkat daerah-daerah yang diduduki oleh kelompok-kelompok teroris di berbagai provinisi di utara negara ini.

 

Menurut sumber tersebut, jika pelanggaran perjanjian gencatan senjata itu berlanjut, maka militer Suriah tidak akan mentolerir lagi mengingat kesabaran mereka telah sampai pada puncaknya.

 

Di sisi lain, terungkap keterlibatan para pakar Perancis dalam pemasangan hulu ledak kimia dalam roket Front al-Nusra di Idlib. Menurut sumber terpercaya yang dekat dengan komandan kelompok-kelompok bersenjata di Idlib, bahan-bahan kimia beracun telah diserahkan kepada para pakar Perancis untuk dipasang di roket-roket teroris guna menyerang pasukan Suriah.

 

Di sisi lain, pasukan Suriah dan sekutunya menggunakan drone Shahid-129 untuk mengidentifikasi posisi kelompok teroris Daesh (ISIS) dan menghancurkannya. Pesawat tanpa awak tersebut selama 24 jam tidak hanya terbang di zona udara Suriah, namun juga di wilayah udara Irak. (RA)