Sekjen Nujaba: Peras Irak, Trump Jangan Lupa Insiden Basrah
-
Akram Kaabi
Mereaksi tuntutan pemerintah Amerika Serikat kepada Irak untuk membayar biaya penempatan pasukan Amerika di Irak tahun 2003, Sekjen Al Nujaba Irak menegaskan kesiapan kelompoknya untuk membayar ganti rugi dan kembali mempermalukan pasukan Amerika.
Presiden Amerika, Donald Trump baru-baru ini menuntut pemerintah Irak untuk membayar biaya penempatan pasukan Amerika di Irak tahun 2003 hingga 2011.
IRNA (30/11/2018) melaporkan, Sekjen Al Nujaba Irak, Akram Kaabi, Kamis (29/11) di laman Twitternya mengingatkan Presiden Amerika tentang insiden larinya para pegawai konsulat Amerika di Basrah dan penutupan kantor konsulat negara itu.
Ia menuturkan, Trump jangan mengira tengah berhadapan dengan pemerintahan seperti Arab Saudi, karena Irak menghargai kemuliaan dirinya.
Anggota Fraksi Al Fath di Parlemen Iran, Hunain Qadou menyebut tuntutan Trump kepada Irak untuk membayar biaya penempatan pasukan negara itu sama sekali tidak bisa diterima dan mengatakan, tuntutan ini tidak masuk akal karena rakyat Irak tidak pernah menginginkan negaranya diduduki pasukan Amerika.
"Sebaliknya Amerika harus membayar ganti rugi kepada rakyat Irak karena pendudukan dan penghancuran infrastruktur negaranya," pungkas Hunain Qadou. (HS)