Al-Houthi: Berlanjutnya Blokade terhadap Rakyat Yaman sebuah Kejahatan
-
Serangan Jet Tempur Saudi ke al-Hudaydah
Ketua Dewan Tinggi Revolusi Yaman menekankan, berlanjutnya blokade terhadap rakyat Yaman mengingat kehadiran PBB di pelabuhan al-Hudaydah sebuah kejahatan.
Televisi al-Masirah Ahad (30/12) melaporkan, Mohammad Ali al-Houthi di akun twitternya menulis, penyerahan pelabuhan al-Hudaydah kepada pasukan penjaga pantai dengan diawasi oleh tim pengawas PBB merupakan langkah terpenting dan tidak ada alasan bagi sabotase negara-negara agresor terkait kesepakatan perdamaian.
Sementara itu, Juru bicara militer Yaman, Brigjen Yahya Saree hari Sabtu (29/12) mengkonfirmasikan dimulainya pemberlakuan kesepakatan Swedia dan perubahan disposisi militer Yaman di pelabuhan al-Hudaydah dengan dihadiri perwakilan PBB di pelabuhan ini.
"Berdasarkan kesepakatan damai Swedia, pasukan Yaman dan komite rakyat mulai Jumat malam memulai perubahan disposisi pasukannya yang ditempatkan di pelabuhan al-Hudaydah," papar Saree.
Pihak-pihak Yaman baru-baru ini di perundingan damai yang digelar mulai 6-13 Desember 2018 di Stockholm Swedia dan dibawah pengawasan PBB mencapai kesepakatan gencatan senjata. Menyusul perundingan ini, gencatan senajta di Yaman mulai diberlakukan Selasa dini hari (18/12).
Petinggi Yaman sampai saat ini mengkonfirmasikan pelanggaran berulang kesepakatan gencatan senjata oleh pasukan agresor beserta anasir bayarannya. (MF)