Lawatan Mohammed bin Salman ke Pakistan
-
Poster sambutan kedatangan MBS ke Pakistan
Putera Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) hari Minggu (17/2) tiba di bandara Nur Khan Islamabad dengan disertai tujuh pesawat Arab Saudi dan pesawat tempur penjemput Pakistan dengan pengawalan sangat ketat.
Sebelumya media massa melaporkan rencana kunjungan putera mahkota Arab Saudi ini ke sejumlah negara Asia, termasuk Pakistan sebagai destinasi awalnya. Gelombang protes terhadap kedatangan Bin Salman ke Pakistan menyebabkan kunjungan putera mahkota Arab Saudi ini ditunda satu hari. Tidak hanya itu, pengamanan dilakukan dengan sangat tinggi, hingga pemerintah Pakistan mengerahkan sekitar 12 ribu personil keamanan, termasuk pengawal pribadi MBS yang dibawa dari negaranya sendiri.
Rakyat Pakistan memprotes kedatangan Mohammed bin Salman yang dipandang sebagai penyulut mesin perang dan terorisme di Timur Tengah, terutama perannya dalam krisis Suriah dan perang Yaman. Selain itu, kasus pembunuhan jurnalis oposan rezim Al Saud, Jamal Khashoggi yang tewas secara mengerikan di konsulat Arab Saudi di Istanbul, memicu kemarahan warga Pakistan dan publik dunia terhadap MBS yang dipandang sebagai tokoh kunci pembunuhan tersebut.
Meskipun opini publik Pakistan menolak kedatangan MBS ke negaranya, tapi para pejabat tinggi Islamabad memandang lain. Mereka mengklaim Bin Salman akan menyuntikan investasi senilai 20 miliar dolar untuk Pakistan. Meskipun demikian, dana yang dipergunakan untuk menyambut kedatangan putera mahkota Arab Saudi bersama lebih dari 1000 orang lainnya menguras anggaran tidak kecil.
Para politisi Pakistan secara terbuka mengkritik sikap pemerintahan Imran Khan yang menyambut tamu asing secara berlebihan. Mereka memandang langkah tersebut bertentangan dengan slogan pemerintah yang sedang menggalakkan penghematan anggaran. Koran Umat Pakistan menulis, "Pemerintah Pakistan selain menjamu Bin Salman dan juga melayani sekitar 1.100 orang lainnya yang tidak bisa dibenarkan,".
Koran AS, Wall Street Journal menurunkan laporan menyikapi kunjungan Mohammed bin Salman ke berbagai negara Asia yang dinilai bertujuan untuk memulihkan citranya di tingkat dunia yang saat ini terkucil, dan menunjukkan bawah dirinya masih memiliki pengaruh di kancah internasional.
Tampaknya, MBS sedang berupaya untuk memulihkan citranya yang tercoreng karena berbagai ulahnya sendiri. Putera Mahkota Arab Saudi ini ingin menunjukkan pamornya sebagai figur penting di kawasan dan dunia dengan safari ke berbagai negara Asia.
Tapi jika berkaca pada lawatan sebelumnya yang dilakukan ke berbagai negara Arab dan Afrika pada November tahun lalu, MBS tidak mampu memberikan pengaruh signifikan di negara-negara yang dikunjunginya. Bin Salman berupaya menarik hati masyarakat di negara yang dikunjunginya dengan diplomasi uang, tapi sampai saat ini tidak tercapai.
Hingga kini begitu banyak dana yang telah dikucurkan untuk mengatasi keterkucilannya di arena regional dan global, tapi senantiasa gagal. Sebab, publik dunia tahu sepak terjang Mohammed bin Salman dengan tangannya yang berlumuran darah. Kepercayaan terhadap penguasa muda Arab Saudi ini sudah lama hilang dari publik dunia, termasuk warga Pakistan, dan tidak bisa digantikan oleh kepingan uang yang dibawanya.(PH)