Kegagalan Kinerja OKI Melindungi Kepentingan Umat Islam
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i6763-kegagalan_kinerja_oki_melindungi_kepentingan_umat_islam
Dalam lanjutan reaksi terkait aksi-aksi imperialisme rezim Zionis di Dataran Tinggi Golan, Suriah, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengecam keras pernyataan ancaman Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tentang berbagai wilayah pendudukan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 21, 2016 14:11 Asia/Jakarta
  • OKI
    OKI

Dalam lanjutan reaksi terkait aksi-aksi imperialisme rezim Zionis di Dataran Tinggi Golan, Suriah, Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengecam keras pernyataan ancaman Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, tentang berbagai wilayah pendudukan.

OKI dalam sebuah pernyataannya, menilai sangat berbahaya statemen provokatif Netanyahu bahwa Dataran Tinggi Golan selamanya adalah milik Israel.

Iyad Madani, Sekjen OKI menekankan kembali sikap lembaga itu bahwa Dataran Tinggi Golan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah dan kedaulatan Suriah.

Reaksi lambat OKI atas sikap imperialisme Israel di wilayah pendudukan Dataran Tinggi Golan Suriah itu terjadi di saat dalam beberapa hari terakhir langkah rezim Zionis telah menghadapi gelombang protes dan kecaman. Bahkan sejumlah negara Barat termasuk Amerika Serikat yang menjadi pendukung utama rezim Zionis, terpaksa mengkritik sikap Israel itu akibat tekanan publik.

Tidak diragukan lagi bahwa kepasifan OKI di hadapan politik penjajahan Israel telah mencegah upaya komprehensif dan berpengaruh negara-negara Islam dalam mengambil kebijakan serius di hadapan penjajahan Israel. Ini jelas akan membuat rezim Zionsi lebih lancang dalam melanjutkan kerakusannya di negara-negara Islam.

Harus dikatakan bahwa salah satu alasan utama pembentukan OKI adalah pentingnya perlawanan terhadap langkah-langkah destruktif rezim Zionis di tempat-tempat milik umat Islam di wilayah Palestina khususnya Masjid Al-Aqsa dan penistaan repetitif terhadap tempat-tempat suci tersebut.

Selain itu, ancaman Israel yang semakin meningkat terhadap negara-negara kawasan Timur Tengah dan imperialisme rezim penjajah ini di kawasan, menuntut urgensi pembentukan sebuah lembaga yang mampu menjaga tempat-tempat suci Islam dari makar rezim Zionis.

Oleh karena itu, pasca langkah-langkah kejam rezim Zionis membakar Masjid Al-Aqsa pada 1969 yang menuai kecaman hebat opini publik dunia khususnya dari dunia Islam, OKI terbentuk dan umat Islam berharap bentukan lembaga ini dapat menjadi penghalang terulangnya ancaman dan aksi brutal Israel. Ditambah lagi dengan banyaknya jumlah anggota dan cakupan geografi yang luas, OKI memiliki pengaruh besar dalam menyikapi berbagai transformasi dan krisis global.

Akan tetapi OKI tidak tampil sukses di panggung internasional setelah lembaga ini gagal mengakomodasi harapan bangsa-bangsa Muslim. Padahal, OKI memiliki kapasitas sangat besar bahkan untuk membangkitkan sebuah gerakan global mendukung rakyat Paletina dan negara-negara Islam.

Rapor OKI selama ini tidak memuaskan. Ini dikarenakan kinerja sejumlah negara anggotanya termasuk Arab Saudi, sehingga tidak mampu menunjukkan kinerja yang dapat diterima sesuai dengan tujuan pembentukannya. Bahkan dapat dikatakan OKI sama sekali tidak mampu mencegah aksi-aksi perusakan tempat-tempat milik umat Islam oleh rezim Zionis di Palestina. Kondisi Masjid Al-Aqsa dan nasibnya saat ini menjadi bukti atas kinerja OKI. (IRIB Indonesia/MZ)