Dampak Mengerikan Partisipasi Inggris di Koalisi Agresor Saudi Kontra Yaman
-
Logo Gerakan Ansarullah Yaman
Gerakan Ansarullah Yaman pada hari Sabtu (23/02) mengumumkan bahwa 9 tentara Inggris telah tewas dalam bentrokan dengan pasukan militer dan komite relawan rakyat Yaman di Najran, Selatan Arab Saudi.
Gerakan Ansarullah Yaman mengumumkan bahwa sembilan pasukan Inggris yang tewas bertugas mengatur operasi pasukan agresor Saudi melawan pasukan Yaman. Surat kabar Inggris Daily Express pekan lalu juga melaporkan dua tentara negara ini terluka di Yaman. Korban militer Inggris di Yaman menunjukkan keterlibatan langsung negara itu dalam perang koalisi Saudi terhadap Yaman.
Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Inggris dan beberapa negara lain sejak Maret 2015, telah terlibat dalam agresi militer terhadap Yaman dan melakukan blokade dari darat, laut dan udara. Perang yang dilakukan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman telah menewaskan lebih dari 16.000 warga Yaman, melukai puluhan ribu dan membuat jutaan orang terlantar di Yaman. Inggris secara nyata dan dengan bantuan peralatan serta logistik, telah berpartisipasi dalam agresi ini dan berkontribusi dalam jumlah besar baik politik untuk mendukung agresi koalisi Arab Saudi di Yaman.
Mohammed Abdul Salam, pejabat Gerakan Ansarullah Yaman dan ketua delegasi nasional untuk perundingan damai negara ini berkali-kali menyinggung tidak ada pembenaran untuk kehadiran pasukan asing di negaranya dan menunjukkan bahwa sebagian wilayah Yaman secara praktis telah diduduki oleh Inggris, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Inggris tidak hanya tidak membantu solusi politik krisis Yaman dan mengejar kebijakan yang seimbang di bidang ini, tetapi juga di medan tempur justru mempersenjatai Arab Saudi dengan senjata canggih dan pemusnah massal. Dengan demikian, Inggris pada kenyataannya terlibat dalam kejahatan Arab Saudi dan tentara bayaran Al Saud, yakni Abd Rabb Mansour Hadi, Presiden Yaman yang telah mengundurkan diri. Inggris terus saja melanjutkan penyalahgunaan kondisi Yaman dengan menjalankan kebijakan intervensi dan gerakan militer yang mencurigakan di negara itu.
Tindakan Inggris baru-baru ini di daerah strategis Yaman dekat Selat Bab el-Mandeb menunjukkan persiapan Inggris untuk kehadiran militer yang lebih banyak di Yaman dan kehadiran intervensif di daerah tersebut bersama dengan langkah-langkahnya untuk menghidupkan kembali kehadirannya di kawasan Teluk Persia. Plot Inggris terhadap Yaman tidak terbatas pada pelanggaran kedaulatannya dan intervensi militer langsung dan tidak langsung Inggris di negara ini, dan pada saat yang sama, dunia melihat persekutuan London dengan konspirasi politik koalisi Arab Saudi untuk mengendalikan kekacauan dan ketidakpastian politik di Yaman.
Dalam kondisi yang demikian, alasan krisis Yaman dan kelanjutannya adalah penentangan Barat dengan di bawah pimpinan Amerika Serikat dan Inggris dan para penguasa Arab yang dipimpin Arab Saudi untuk menyerahkan kekuasaan kepada rakyat dan membantu tentara bayaran mereka di Yaman untuk memelintir kebangkitan rakyat Yaman demi menciptakan disintegrasi negara ini.
Dengan mencermati tujuan-tujuan ambisius ini, Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman telah memperingatkan semakin intensifnya gerakan militer dan politik Inggris, yang mencurigakan yang sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat untuk mendominasi kawasan.
Inggris selalu memainkan peran penting dalam memberikan pelatihan militer kepada pasukan militer Saudi dan bahkan menyiapkan jet-jet tempur Tornado Angkatan Udara Saudi untuk mengebom rakyat Yaman dengan partisipasi langsung penasihat militer Inggris dan Amerika. Pemerintah Inggris dengan menutup mata pada kejahatan dan malapetaka yang dilakukan rezim Saudi selama perang Yaman dan dengan dukungannya terhadap Arab Saudi menjadi mitra bagi kejahatan Al Saud.