Suriah: AS Ancaman bagi Perdamaian dan Stabilitas Global
-
Trump dan Golan
Departemen Luar Negeri Suriah seraya mengecam statemen Presiden AS Donald Trump terkait Dataran Tinggi Golan menyatakan, Amerika dengan kebijakan dominasi dan intimidasinya merupakan faktor utama ancaman bagi perdamaian dan stabilitas internasional.
Presiden AS Donald Trump Kamis (21/3) di akun twitternya menulis, kini tiba saatnya setelah 52 tahun, Washington secara penuh mengakui Israel di Dataran Tinggi Golan.
Seperti dilaporkan IRNA mengutip SANA, Deplu Suriah Jumat (22/3) dalam statemennya menyatakan, statemen Trump kembali menekankan dukungan membabi buta Amerika Serikat kepada rezim Zionis Israel.
Deplu Suriah di statemennya seraya mengisyaratkan bahwa keputusan Trump melanggar resolusi 497 Dewan Keamanan PBB menambahkan, Amerika melecehkan legitimasi internasional dan melanggar resolusi mereka.
Resolusi 497 Dewan Keamanan yang diratifikasi tahun 1981 dengan suara mayoritas termasuk AS, menolak tegas keputusan rezim Zionis Israel dan langkahnya terkait Golan serta menilai ilegal rencana aneksasi Golan ke wilayah Palestina pendudukan.
Deplu Suriah seraya menjelaskan bahwa Golan wilayah Arab dan milik Damaskus menekankan, rakyat Suriah dengan tekad bulat berusaha membebaskan wilayah Golan dari pendudukan rezim Zionis Israel. (MF)