Fatah Ajukan Syarat Baru untuk Rekonsiliasi Nasional
Perwakilan Gerakan Fatah dalam pertemuan dengan perwakilan Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengajukan syarat-syarat baru untuk mencapai rekonsiliasi nasional
Menurut Pusat Informasi Palestina, sumber-sumber terpercaya telah mengabarkan tentang pertemuan antara delegasi Fatah dan Hamas di Doha, ibukota Qatar pada Sabtu (6/2/2016) dalam kerangka kelanjutan rekonsiliasi nasional.
Berdasarkan keterangan sumber-sumber itu, Fatah dalam kerangka kelanjutan rekonsiliasi nasional menuntut kepemimpinan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) supaya jika terjadi insiden terhadap Ketua PLO, tidak akan muncul krisis.
Di antara syarat-syarat yang diajukan Fatah dalam kerangka rekonsiliasi nasional adalah penyelenggaraan pemilu parlemen dan kepemimpinan (pemimpin dan wakil pemimpin) Otorita Ramallah, penyempurnaan pemilu Dewan Nasional dengan metode yang akan disepakati di masa mendatang, kesepakatan untuk membentuk Pemerintahan Persatuan Nasional dan penyelenggaraan pemilu berdasarkan sistem proporsional (daftar pemilih).
Para pemimpin Fatah dan Hamas telah menggelar perundingan di Doha pada Sabtu dengan tujuan untuk membentuk Pemerintahan Persatuan Nasional dan kesepakatan tentang penyelenggaraan pemilu untuk memilih Pemimpin Otorita Ramallah dan pemilu legislatif. (IRIB Indonesia/RA)