Rusia Sebut Barat Provokasi Ketegangan di Idlib
-
Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan ketegangan di Provinsi Idlib, Suriah meningkat karena ada provokasi dari negara-negara Barat.
Lavrov, seperti dikutip surat kabar al-Youm al-Sabea, Senin (10/6/2019) menambahkan bahwa meningkatnya ketegangan di Idlib terjadi karena provokasi Barat, dan Rusia dan militer Suriah akan membalas serangan teroris di wilayah itu.
Menurutnya, tindakan provokatif di Idlib merupakan kelanjutan dari kebijakan bersumusuh dan campur tangan asing dalam urusan internal Suriah.
"Kelompok-kelompok bersenjata harus dipisahkan dari teroris Front al-Nusra berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani di kota Sochi. Turki juga harus memainkan perannya dalam mengendalikan kekerasan di kawasan," tegasnya.
Berdasarkan kesepakatan antara Iran, Rusia dan Turki di Sochi, Provinsi Idlib masuk dalam zona gencatan senjata di Suriah, tetapi gencatan senjata ini tidak berlaku untuk kelompok-kelompok teroris termasuk Front al-Nusra.
Lavrov juga mengungkapkan bahwa banyak senjata buatan Barat ditemukan di Idlib.
Provinsi Idlib merupakan basis terakhir kelompok teroris di Suriah.
Di tengah upaya militer Suriah membebaskan Idlib dari pendudukan teroris, negara-negara Barat mulai melakukan propaganda dan ingin menghentikan operasi itu. (RM)