Hamas Minta Umat Islam Dukung Perlawanan Palestina
-
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).
Wakil Ketua Biro Politik Hamas, Mohammad Nazzal mengatakan aksi membiokot konferensi ekonomi Bahrain oleh Palestina telah menghilangkan legitimasi pertemuan ini dan gagalnya Kesepakatan Abad prakarsa AS.
Nazzal, seperti dilaporkan Pusat Informasi Palestina, Jumat (5/7/2019) menambahkan rakyat Palestina mengambil sikap tegas dan solid terhadap konferensi Bahrain.
"Palestina tidak untuk dijual dan rakyat Palestina secara bulat menolak Kesepakatan Abad. Absennya Palestina di konferensi Bahrain bermakna bahwa pertemuan tersebut benar-benar ilegal dan tidak punya legitimasi," jelasnya.
Nazzal lebih lanjut menuturkan secara politik, kesepakatan itu telah gagal, karena pendudukan rezim Zionis atas wilayah Quds tidak memiliki pengakuan internasional dan hanya AS yang mengakui hal itu.
Dia menyeru bangsa-bangsa Muslim dan Arab untuk menolak normalisasi hubungan dengan musuh Zionis dan tidak segan-segan untuk memberikan dukungan finansial, politik dan moral kepada perlawanan Palestina.
Pemerintah AS menggelar konferensi ekonomi di Ibukota Bahrain, Manama pada 25-26 Juni 2019. Pertemuan ini merupakan langkah pertama untuk melaksanakan Kesepakatan Abad, tetapi tidak mendapat sambutan dari dunia internasional. (RM)