Perubahan Arah Militer UEA di Yaman: Strategi atau Taktis ?
-
Pasukan UEA di Yaman
Di saat berbagai laporan memberitakan tentang penarikan pasukan Uni Emirat Arab dari Yaman selatan, sejumlah sumber informasi mengumumkan bahwa militer negara ini memindahkan ratusan tentaranya ke luar Yaman untuk mendapatkan pelatihan.
UEA adalah negara anggota kedua paling berpengaruh dari koalisi Arab yang menyerang Yaman setelah Arab Saudi. Meskipun UEA dan Arab Saudi satu koalisi, tapi kemudian terjadi perselisihan antaranya keduanya dalam menyikapi perkembangan perang Yaman. Faktor ini yang mengubah pendekatan militer Abu Dhabi di Yaman.
Salah satu perubahan paling signifikan dalam pendekatan militer UEA adalah pengurangan pasukannya. Sementara itu, seorang pejabat UEA hari Senin mengatakan bahwa Abu Dhabi berencana untuk mengubah strateginya di Yaman dari "perang" menjadi "perdamaian", dan akan menarik pasukannya dari Yaman.
Tapi, tampaknya alasan penarikan pasukan UEA dari Yaman bukan untuk mengubah strategi dari perang ke arah perdamaian. Salah satu alasan terpenting adalah pemindahan sejumlah pasukan UEA dari satu tempat ke tempat lain di Yaman, dan belum meninggalkan negara itu. Bahkan, meskipun sejumlah pasukan UEA telah meninggalkan Yaman, beberapa pasukan yang ditempatkan di timur dan barat telah dipindahkan ke wilayah selatan Yaman.
Alasan lainnya mengenai kehadiran banyak militan di Yaman yang berafiliasi dengan Abu Dhabi. UAE telah membuka akun khusus untuk milisi ini, terutama setelah terjadi pengurangan jumlah pasukannya di Yaman. Televisi Al-Jazeera Qatar yang mengutip sumber-sumber intelijen Yaman melaporkan bahwa militer UEA memindahkan ratusan anggota Dewan Transisi Selatan keluar dari Yaman untuk mengikuti melatih khusus. Televisi Al-Mayadeen Libanon juga melaporkan bahwa Uni Emirat Arab telah memindahkan 500 tentaranya dari pelabuhan Aden di Yaman selatan untuk mendapatkan pelatihan di Abu Dhabi.
Dewan Transisi Selatan dibentuk pada Mei 2017 dengan dukungan dari UEA, dan dipimpin oleh Aidaroos al-Zubaidi, gubernur yang dipecat Abd Rabbuh Mansour Hadi. Mereka saat ini mengendalikan daerah penting di Yaman selatan.
UEA merekrut, melatih, dan mempersenjatai militan di Yaman selatan selama empat tahun terakhir. Para militan melakukan berbagai aksi kejahatan seperti penculikan, teror, pembunuhan lawan dari UEA, hingga menghancurkan dan meledakkan pipa minyak dan instalasi vital Yaman. Amnesti International telah berulangkali menuduh UEA merekrut dan memperalat para militan untuk kepentingannya di Yaman.
Dinamika ini menunjukkan perubahan arah strategi militer UEA setelah kegagalan koalisi pimpinan Arab Saudi dalam perang di Yaman. Hal ini bukan berarti Abu Dhabi mengubah strateginya dari perang ke arah perdamaian, tetapi UEA hanya mengubah taktiknya saja demi mempertahankan pengaruhnya di Yaman.(PH)