Transformasi Timur Tengah, 27 Juli 2019
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i72260-transformasi_timur_tengah_27_juli_2019
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan Hamas bahwa Iran tidak akan membiarkan Palestina berjuang sendirian.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jul 27, 2019 09:33 Asia/Jakarta
  • Pertemuan delegasi Hamas dan Rahbar
    Pertemuan delegasi Hamas dan Rahbar

Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai oleh sejumlah isu penting di antaranya mengenai pernyataan Hamas bahwa Iran tidak akan membiarkan Palestina berjuang sendirian.

Isu lainnya, pengakuan Israel mengenai kekuatan militer Hizbullah dan Hamas, sikap atlet Irak yang menolak bertanding dengan Israel, dan Olmert membatalkan kunjungannya ke Swiss karena takut diadili kasus kejahatan perang, Yaman menembakkan 4 rudal Zelzal ke Asir dan Najran dan penyerangan drone Yaman yang melumpuhkan bandara Abha Arab Saudi.

 

Pertemuan delegasi Hamas dengan Rahbar

Hamas: Iran Tidak akan Biarkan Palestina Sendiri

Salah satu anggota gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengomentari pertemuan delegasi Hamas dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar dan mengatakan, apa yang didengar Hamas dari Ayatullah Ali Khamenei, adalah penegasan Iran atas dukungannya terhadap Palestina.

Fars News (23/7/2019) melaporkan, Ali Baraka menuturkan, apa yang didengar oleh delegasi Hamas pimpinan Saleh Al Arouri dari Ayatullah Khamenei adalah penegasan atas masalah ini bahwa Tehran tidak akan pernah meninggalkan Palestina sendiri.

Pada saat yang sama Ali Baraka juga mengatakan, sebagian pihak merasa bangga bisa menjalin hubungan dengan rezim Zionis Israel, dan sekarang proses terorganisir untuk memulihkan hubungan dengan Israel sedang berjalan, dan sebagian negara Arab mengawasinya.

Surat kabar Lebanon mengabarkan, kepercayaan timbal balik Hamas dan Iran sudah pulih, dan Hamas semakin dekat untuk begabung ke dalam koalisi pertahanan bersama poros perlawanan.

Fars News (25/7/2019) melaporkan, kunjungan delegasi Hamas pekan ini ke Iran, dan pertemuan dengan pejabat tinggi negara ini, mendapat reaksi luas media dunia.

Surat kabar Al Akhbar, Lebanon menulis, Iran dan Hamas menemukan kembali kepercayaan timbal baliknya, dan dalam dua tahun terakhir, Hamas sudah kembali ke poros perlwanan, serta bergabung dengan koalisi pertahanan kolektif, bersama anggota poros perlawanan lainnya.

Koran Lebanon itu menambahkan, lawatan delegasi Hamas ke Iran dan pertemuan dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar untuk pertama kalinya setelah Hamas meninggalkan Suriah pada 2012 lalu, dilakukan atas undangan resmi Iran atas Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh.

Akan tetapi meski Ismail Haniyeh beberapa kali mencoba keluar dari Gaza, tapi Mesir terus menghalanginya, sehingga ia terpaksa mengirim anggota Hamas yang lain.

Menurut Al Akhbar, Hamas dalam lawatan ke Iran menunjukkan keinginannya untuk memperkuat hubungan dengan seluruh anggota poros perlawanan hingga tercapainya sebuah kesepakatan untuk membentuk koalisi pertahanan kolektif.

 

Hizbullah Lebanon

Israel Akui Kekuatan Militer Hizbullah dan Hamas

Sumber keamanan rezim Zionis mengakui peningkatan kekuatan pertahanan Hizbullah Lebanon dan gerakan perlawanan Palestina, Hamas.

Sumber keamanan Israel mengungkapkan kekhawatirannya jika harus berhadap-hadapan langsung dalam perang dengan Hizbullah dan Hamas, karena sudah mengkalkulasi kekuatan pertahanannya.

Salah seorang pejabat militer rezim Zionis yang tidak bersedia disebutkan namanya menjelaskan bahwa Hizbullah memiliki rudal berdaya jelajah tinggi dan akurat yang bisa menghancurkan pusat perdagangan, bahkan gedung kementerian pertahanan Israel di Tel Aviv.

Sebelumnya, mantan deputi direktur Mossad, Rami Ben-Barak mengakui ketidakmampuan militer Israel dalam menghadapi gelombang perlawanan Hamas.

 

Boikot Israel

Dukung Palestina, Atlet Irak Tolak Tanding dengan Israel

Para atlet Irak yang mengikuti pertandingan internasional boxer Thailand menegaskan tidak akan bertanding melawan atlet dari Israel sebagai bentuk dukungan mereka terhadap Palestina.

Hassan Kabi, Wakil Ketua Parlemen Irak mengatakan, Irak menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan rezim agresor Zionis.

Sebelumnya, juru bicara kementerian luar negeri Irak menjelaskan sikap tegas Baghdad dalam masalah Palestina yang menentang agresor Zionis, dan Palestina memiliki kedudukan khusus bagi bangsa Irak.

Di tengah upaya sebagian negara Arab di pesisir Teluk Persia yang ingin melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, rakyat dan pemerintah Irak menegaskan dukungan setianya terhadap Palestina.

 

Ehud Olmert

Takut Diadili Kasus Kejahatan Perang, Olmert Batal Kunjungi Swiss

Mantan perdana menteri rezim Zionis Israel, Ehud Olmert membatalkan rencana kunjungannya ke Swiss karena khawatir akan diseret ke meja hijau atas kasus kejahatan yang menimpanya.

Setelah menerima surat dari Swiss mengenai tuduhan melakukan kejahatan perang selama operasi militer Israel di Gaza ketika menjabat sebagai perdana menteri, Ehud Olmert membatalkan kunjungannya ke Swiss.

Berdasarkan surat tersebut, jika Olmert tetap mengunjungi Swiss besar kemungkinan akan ditangkap dan diinterogasi atas kasus kejahatan perang yang ditujukan kepadanya.

Selama masa jabatan perdana menteri, Olmert pernah mengeluarkan instruksi agresi militer di Jalur Gaza antara 2008 dan 2009, yang menyebabkan setidaknya 1.166 warga Palestina gugur selama tiga minggu.

 

Rudal Zelzal Yaman

Yaman Tembakkan 4 Rudal Zelzal ke Asir dan Najran

Militer dan komite rakyat Yaman menembakkan empat rudal Zelzal 1 ke markas pasukan bayaran Arab Saudi di Asir dan Najran, selatan negara itu.

Stasiun televisi Al Masirah (26/7/2019) melaporkan, sumber militer Yaman mengumumkan, tiga rudal Zelzal 1 ditembakkan ke markas pasukan Saudi di Abwab Al Hadid, Asir yang menimbulkan kerugian besar bagi militer negara itu.

Militer dan komite rakyat Yaman juga melesakkan satu rudal Zelzal 1 ke markas pasukan Saudi di Najran.

Sementara itu artileri militer dan komite rakyat Yaman menghujani markas pasukan Saudi di gurun Al Ajasher, Najran yang menewaskan dan melukai sejumlah tentara bayaran Saudi.

 

drone Qasef K-2

Diserang Drone Yaman, Bandara Abha Saudi Lumpuh

Yaman kembali menerjunkan pesawat nirawaknya yang menargetkan bandara internasional Abha di wilayah selatan Arab Saudi.

Juru Bicara Militer Yaman, Brigjen Yahya Al-Sare'e mengatakan, pesawat nirawak Qasef K2 Kamis malam melancarkan serangan udara ke berbagai target penting di bandara internasional Abha.

Dilaporkan, serangan tersebut menyebabkan aktivitas bandara Abha terhenti.

Selama beberapa bulan terakhir, pangkalan militer berbagai kota di wilayah selatan Arab Saudi menjadi sasaran serangan masif militer dan komite perlawanan rakyat Yaman.

Dilaporkan, sistem pertahanan udara Patriot AS di Arab Saudi tidak berhasil melacak berbagai serangan dari arah Yaman, terutama operasi drone.

Bandara Jizan dan Abha, serta pangkalan udara King Khaled menjadi target unit pesawat nirawak dan rudal militer Yaman dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, angkatan bersenjata Yaman juga berhasil melancarkan serangan drone ke instalasi minyak Aramco yang merupakan bagian dari operasi militer terhadap 300 target vital dan militer di Uni Emirat Arab dan Saudi.

Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 serta memblokade negara tetangganya ini dari darat, udara dan laut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi di Yaman sampai saat ini telah mengakibatkan lebih dari 16 ribu orang tewas, puluhan ribu lainnya cidera dan jutaan orang mengungsi. (PH)