Ketika Drone Yaman Menyerang Target 1200 Kilometer Ladang Minyak Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i72982-ketika_drone_yaman_menyerang_target_1200_kilometer_ladang_minyak_arab_saudi
Militer dan komite rakyat Yaman tanggal 17 Agustus melakukan serangan drone terbesar ke Arab Saudi.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Aug 19, 2019 06:44 Asia/Jakarta

Militer dan komite rakyat Yaman tanggal 17 Agustus melakukan serangan drone terbesar ke Arab Saudi.

Serangan drone Yaman ke ladang-ladang minyak Sheiba yang terletak di tenggara Arab saudi memiliki beragam dimensi penting.

Pertama, serangan ini dilakukan pada kedalaman jarak 1.200 kilometer Arab Saudi. Karenanya, jarak jangkauan serangan ini sangat penting untuk dianalisa. Ini untuk pertama kalinya drone-drone Yaman terbang hingga kedalaman 1.200 kilometer di wilayah Arab Saudi. Sebelumnya, Yaman berhasil menembakkan rudal balistiknya hingga kedalaman 1.300 kilometer di kota Dammam yang terletak di timur negara ini.

Drone Yaman

Kedua, serangan yang dilakukan ini hanya berjarak 10 kilometer dari perbatasan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Dengan kata lain, serangan itu juga merupakan peringatan dari militer dan komite rakyat Yaman terhadap UEA.

Dalam hal ini, Abdul Malik al-Houthi, Pemimpin Ansarullah Yaman pada Sabtu lalu 17 Agustus, terkait serangan drone Yaman ke Arab Saudi mengatakan, "Ini merupakan tindakan peringatan juga bagi UEA. Arab Saudi dan UEA seharusnya mendapat pelajaran bersama dari serangan-serangan ini."

Ketiga, serangan ini dilakukan hanya berjarak sepekan dari syahadah Ibrahim al-Houthi. Hari Jumat pekan lalu, tepatnya tanggal 9 Agustus, pasukan bayaran Arab Saudi meneror Ibrahim al-Houthi. Dengan demikian, serangan hari Sabtu ke ladang minyak Sheiba adalah langkah balasan militer dan komite rakyat Yaman terhadap Arab Saudi dan masalah ini membuktikan era "pukul dan lari" sudah berakhir.

Dalam hal ini, Hassan Akbari, mantan Duta Besar Republik Islam Iran di Libya mengatakan, "Serangan hari Sabtu yang dilakukan militer dan komite rakyat Yaman ke Sheiba, Arab Saudi menyerupai pola perilaku Hizbullah ketika menghadapi Zionis Israel. Karena setiap kali Zionis Israel menyerang satu wilayah Lebanon, Hizbullah Lebanon juga melancarkan serangan serius terhadap Zionis Israel. Metode ini mulai dilakukan dalam Perang 33 Hari tahun 2006."

Keempat, serangan terhadap ladang minyak Sheiba, daerah tempat cadangan minyak terbesar Arab Saudi. Dengan demikian, serangan ini menarget "keamanan minyak" Arab Saudi dan tentu saja mengandung implikasi serius terhadap ekonomi Arab Saudi.

Kelima, serangan ini dilakukan tepat sehari setelah peringatan tahun ke-13 Perang 33 Hari. Serangan drone Yaman yang berseiring dengan peringatan tahun ke-13 Perang 33 Hari tampaknya menunjukkan hubungan erat dan harmoni poros Muqawama di tingkat regional, Asia Barat.

Keenam, Serangan ini menunjukkan bahwa hanya memiliki persenjataan Barat dan pembelian besar-besaran senjata dari Barat tidak dapat menjamin keamanan Arab Saudi. Keamanan yang diimpor tidak dapat memasok kebutuhan keamanan negara-negara Arab, khususnya Arab Saudi.

Serangan drone Yaman ke ladang minyak Sheiba, Arab Saudi

Ketujuh, serangan ini telah mempertanyakan secara serius perimbangan kekuatan dalam perang Yaman. Militer dan komite rakyat negara Arab yang paling miskin di antara negara-negara Asia Barat telah menunjukkan betapa rapuhnya militer Arab Saudi yang menjadi negara Arab paling kaya di kawasan ini. Serangan drone hari Sabtu menunjukkan Arab Saudi tengah menghadapi hari-hari sulit dalam upayanya melanjutkan perang terhadap Yaman yang membuktikan Al Saud menemui jalan buntu dalam perang terhadap Yaman.