Transformasi Timur Tengah 21 Desember 2019
-
Perdana Menteri Lebanon, Hassan Diab
Transformasi Timur Tengah sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai pemilihan perdana menteri baru Irak dan sikap netral Ayatullah Sistani dalam masalah tersebut.
Isu lainnya tentang penyataan legislator Irak bahwa AS akan menyerang Hashd Al Shaabi. Dari Suriah mengenai bancakan kilang Minyak negara ini yang dilakukan Aramco melalui penandatangan kontrak dengan AS. Selain itu, mengenai seruan Palestina kepada publik dunia supaya pemukim Zionis dimasukkan dalam daftar terorisme dunia, Qatar menyatakan siap melakukan mediasi dialog antara Iran dan negara-negara Arab, dan Hizbullah menyambut penunjukan Diab sebagai PM Baru Lebanon.
Ayatullah Sistani Netral Sikapi Pemilihan PM Baru Irak
Sebuah sumber yang dekat dengan Marja Taklid Muslim Syiah Irak, Ayatullah Ali Sistani mengabarkan sikap beliau untuk tetap netral dalam menyikapi pemilihan perdana menteri baru negara itu.
Menjelang proses negosiasi politik untuk memilih perdana menteri baru Irak, media negara ini mengabarkan netralitas Ayatullah Sistani menanggapi nama-nama kandidat yang baru-baru ini muncul untuk menduduki posisi perdana menteri baru.
Situs berita Baghdad Today mengutip sumber yang dekat dengan Ayatullah Sistani menulis, Ayatullah Sistani menganggap pemilihan PM Irak yang baru sebagai tugas fraksi-fraksi politik berdasarkan konstitusi negara ini, beliau sama sekali tidak memiliki pertimbangan khusus terkait kandidat tertentu.
Nama-nama yang diterima Presiden Irak, Barham Salih pada Senin (16/12) sebagai kandidat perdana menteri baru, ditolak oleh sebagian pengunjuk rasa.
Ayatullah Sistani menegaskan bahwa dirinya akan tetap menjaga jarak dengan kelompok-kelompok politik, dan tetap netral dengan menghormati suara rakyat serta undang-undang dasar negara ini.
Asaib Ahl Al Haq: Pemilu Dini Irak Bisa Picu Perang Saudara
Sekjen Asaib Ahl Al Haq Irak memperingatkan, penyelenggaraan pemilu dini di Irak saat pemerintah berkuasa mundur, mungkin saja akan menciptakan perang saudara.
Syeikh Qais Al Khazali, Rabu (18/12) mengatakan, pemilu dini di Irak berpotensi menciptakan perang di antara rakyat negara ini.
Ia menambahkan, di antara demonstran Irak terdapat anasir bersenjata yang melakukan penembakan, dan merekalah yang bertugas mengeksekusi para pengunjuk rasa.
Sehubungan dengan dicapainya kesepakatan dan konsensus politik di Irak terkait nama-nama calon perdana menteri baru, menurut Syeikh Qais Al Khazali ini merupakan masalah yang sulit.
"Satu orang yang disepakati semua harus dipilih dan diberikan tanggung jawab untuk membentuk kabinet," imbuhnya.
Sekjen Asaib Ahl Al Haq menegaskan, pengunduran diri PM Irak tidak benar, karena ini yang diinginkan Amerika Serikat.
Legislator Irak: AS akan Menyerang Hashd Al Shaabi
Seorang anggota parlemen Irak mengabarkan kemungkinan serangan udara Amerika Serikat ke markas pasukan relawan rakyat Irak, Hashd Al Shaabi.
Mohammed Karim yang merupakan anggota koalisi Al Fath di Parlemen Irak mengungkap rencana Amerika untuk menyerang markas-markas Hashd Al Shaabi dan kelompok perlawanan Irak lainnya dalam waktu dekat.
Saat diwawancarai situs berita Al Malooma, Selasa (17/12), Mohammed Karim menuturkan, informasi penting dan berbahaya ini diperoleh dari pembicaraan telepon Menteri Pertahanan Amerika, Mike Esper dengan Perdana Menteri Irak, Adil Abdul Mahdi.
Ia menambahkan, dalam pembicaraan telepon itu Menhan Amerika menyampaikan maksud Washington untuk menyerang markas Hashd Al Shaabi dan kelompok perlawanan Irak lainnya serta beberapa tokoh penting negara ini.
Anggota parlemen Irak itu menegaskan, Baghdad tidak akan membiarkan Amerika menjalankan skenario ini di Irak.
Dalam pembicaraan telepon itu PM Irak, Adil Abdul Mahdi memperingatkan Menhan Amerika soal upaya Washington melemahkan posisi pemerintah Irak.
Pasukan Hashd al-Shaabi berhasil menggagalkan serangan teroris Daesh ke selatan kota Mosul di Provinsi Nainawa.
Pasukan Divisi 44 Hashd al-Shaabi, Selasa (17/12/2019) terlibat bentrokan dengan anasir Daesh dan menyebabkan sejumlah teroris tewas di selatan Mosul.
Hashd al-Shaabi dalam beberapa hari lalu juga berhasil mematahkan serangan teroris Daesh di timur dan utara Irak. Sisa-sisa teroris Daesh memanfaatkan kekacauan di Irak untuk melakukan serangan di berbagai daerah.

Deir Ezzor 24: Garap Minyak Suriah, Aramco Teken Kontrak dengan AS
Situs berita afiliasi kelompok pemberontak Suriah mengabarkan masuknya delegasi resmi perusahaan nasional Arab Saudi, Aramco ke ladang minyak Al Omar, Deir Ezzor, Suriah, dan penandatanganan kontrak dengan pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di sana.
Situs berita afiliasi pemberontak Suriah, Deir Ezzor 24 memberitakan manuver baru Saudi untuk menguasai ladang-ladang minyak Suriah.
Situs Deir Ezzor 24 mengutip orang yang disebutnya "sumber khusus" menulis, perusahaan minyak nasional Saudi, Aramco bermaksud menggarap sumur-sumur minyak Suriah di Deir Ezzor.
Menurut sumber tersebut, dalam hal ini Aramco sudah melakukan sejumlah langkah, dan mengirim satu delegasi resmi ke ladang minyak Al Omar.
Ditambahkannya, proses pengelolaan ladang minyak Al Omar akan dilakukan setelah penandatanganan kontrak Aramco dengan pemerintah Amerika, karena sebagian besar pasukan negara ini menduduki ladang-ladang minyak dan gas di utara Suriah.
Sumber lokal Suriah juga menginformasikan upaya bersama Amerika, Mesir dan Saudi untuk menguasai semakin banyak minyak Suriah.
Palestina Minta Pemukim Zionis Dimasukkan dalam Daftar Terorisme Dunia
Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina, mendesak negara-negara dunia untuk memasukkan nama para pemukim Zionis dalam daftar terorisme internasional.
Seperti dikutip laman Mehrnews, Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina dalam sebuah pernyataan hari Senin (16/12/2019), mengecam tindakan terorisme Israel di tanah Palestina.
"Masyarakat internasional harus memasukkan nama pemukim Zionis dalam daftar terorisme dunia, karena mereka secara rutin melakukan serangan terhadap warga Palestina," tambahnya.
"Ada peningkatan nyata dalam tingkat serangan teroris yang dilakukan oleh pemukim Zionis terhadap warga Palestina. Kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan itu terhadap tanah dan properti warga Palestina juga meningkat dua kali lipat," ungkap pernyataan tersebut.
Serangan pemukim Zionis terhadap Masjid al-Aqsa dan warga Palestina telah menjadi kegiatan rutin mereka.
Gerakan Hamas juga berulang kali memperingatkan tentang serangan pemukim Zionis terhadap Masjid al-Aqsa.
Qatar Siap Mediasi Dialog Iran dan Negara-negara Arab
Menteri Luar Negeri Qatar menyambut baik kabar dialog Arab Saudi-Yaman, dan menegaskan bahwa berakhirnya perang akan menguntungkan semua pihak.
Mohammed bin Abdulrahman Al Thani terkait dialog negaranya dengan Saudi menuturkan, terlalu cepat untuk berbicara soal hasil nyata dialog dengan Saudi, dan apa yang sebenarnya terjadi adalah dibukanya kanal hubungan Doha-Riyadh, kami berharap kanal-kanal lain dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain juga dibuka kembali.
Pada saat yang sama, Menlu Qatar menekankan pentingnya hubungan Dunia Arab dengan Iran dan menegaskan, negara-negara Arab pesisir Teluk Persia harus menerima Iran sebagai sebuah negara tetangga kawasan, dan memahami masalah ini.
Ia juga menekankan dialog langsung negara-negara Arab kawasan dengan Iran dan menuturkan, Qatar dan Kuwait selalu mengajak negara-negara Arab untuk melakukan dialog langsung dengan Iran, dan Tehran sendiri tidak punya masalah dengan dialog ini.
Menlu Qatar mengumumkan kesiapan Doha untuk memediasi dialog Iran dengan negara-negara Arab.
"Permusuhan sebagian negara Arab anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia, PGCC terhadap Qatar menghambat upaya ini," pungkasnya.
Hizbullah Sambut Penunjukan Diab sebagai PM Baru Lebanon
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon, menyambut penunjukan Hassan Diab sebagai perdana menteri baru negara itu.
Sheikh Naim Qassem, seperti dilaporkan televisi al-Manar, Jumat (20/12/2019) mengatakan, penunjukan Hassan Diab untuk membentuk kabinet baru merupakan sebuah langkah yang lebih luas dari kerja sama politik dengan semua faksi untuk mewujudkan pemerintahan reformis di Lebanon.
Dia mengecam pernyataan dan campur tangan Amerika Serikat dengan alasan mendukung ekonomi Lebanon, padalah mereka ingin menciptakan kekacuaan dan fitnah.
Lebanon, tegas Sheikh Qassem, bukan arena untuk memicu konflik Syiah dan Sunni.
Akademisi dan mantan Menteri Pendidikan Tinggi Lebanon, Hassan Diab ditunjuk pada hari Kamis sebagai perdana menteri baru. Dia adalah seorang akademisi dengan gelar PhD di bidang teknik komputer dari Universitas Bath Inggris. (PH)