Korupsi dan Kekebalan Hukum Netanyahu
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77145-korupsi_dan_kekebalan_hukum_netanyahu
Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan usulan kepada Knesset mengenai kekebalan hukum dirinya terhadap dakwaan di meja hijau.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jan 02, 2020 16:41 Asia/Jakarta
  • Benjamin Netanyahu
    Benjamin Netanyahu

Perdana Menteri Rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan usulan kepada Knesset mengenai kekebalan hukum dirinya terhadap dakwaan di meja hijau.

Pasalnya, Netanyahu saat ini dililit empat kasus korupsi. Netanyahu dan istrinya Sarah dituduh menerima hadiah mahal dalam kasus yang dikenal sebagai  skandal 1000. Tidak hanya itu, Netanyahu juga dituduh bersekongkol dengan Arnon Mozes, dan surat kabar Yedioth Aharonot dalam skandal 2000.

Kasus ketiga dikenal dengan skandal 3000 yang berkaitan dengan penyuapan pembelian kapal selam dari Jerman. Sedangkan  kasus keempat atau skandal 4000 mengenai pelanggaran yang dilakukan Kementerian Komunikasi rezim Zionis dan Perusahaan Bezeq.

Selama beberapa tahun terakhir, pengacara Netanyahu dan pejabat terkemuka rezim Zionis berusaha untuk menunda atau membekukan kasusnya di pengadilan dengan melobi, bahkan mengancam pihak terkait.

Masalah ini diakui sendiri oleh Jaksa Agung Rezim Zionis pada November lalu yang mengatakan bahwa Netanyahu telah berulang kali menekannya supaya membekukan kasus korupsi yang melilitnya. Namun kasus Netanyahu telah ditinjau, dan tuntutan telah diajukan terhadapnya November lalu. Tampaknya dakwaan yang ditujukan terhadap perdana menteri yang masih menjabat menjadi kasus pertama kali terjadi di Israel.

 

Partai dan tokoh Israel juga berusaha menggunakan kasus korupsi Netanyahu untuk melawannya. Sebelumnya,  televisi Channel 4 rezim Zionis melaporkan bahwa Presiden Rezim Zionis, Reuven Rivlin telah menawarkan pemberian impunitas kepada Netanyahu jika ia meninggalkan arena politik dan mengaku bersalah atas kejahatan yang dituduhkan kepadanya. 

Namun, Netanyahu tidak hanya menentang usulan tersebut, bahkan ia mencari impunitas hukum dari parlemen dan ingin tetap berkuasa. Jika Netanyahu secara resmi menyatakan permintaan itu, itu berarti dia telah mengakui kasus korupsinya. Di sisi lain, permintaan ini merupakan upaya Netanyahu untuk menghindari persidangan di pengadilan.

"Melalui permintaan ini, Netanyahu telah membuktikan bahwa dia bersalah dan berusaha untuk melarikan diri dari persidangan," kata Ketua Koalisi Biru Putih Benny Gantz menanggapi permintaan kekebalan hukum Netanyahu ke Knesset. 

Poin lain dari permohonan Netanyahu tersebut membuktikan bahwa ia berambisi tetap berkuasa dan menghindari kasus korupsi.

Poin lainnya, Netanyahu telah memiliki pengaruh besar dalam struktur kekuasaan rezim Zionis selama satu dekade, dan kini  sedang mencoba untuk mengambil keuntungan dari pengaruh tersebut demi kepentingan pribadinya. Faktanya, memang Netanyahu mengejar kepentingannya sendiri, sesuatu yang disingggung para pejabat rezim Zionis semacam Avigdor Lieberman.(PH)