Dubes Palestina: Proyek Persatuan Islam yang Diusung Iran, Ancam AS
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77537-dubes_palestina_proyek_persatuan_islam_yang_diusung_iran_ancam_as
Duta Besar Palestina untuk Iran mengatakan, selama Iran terus mengupayakan realisasi proyek besar bernama Persatuan Islam, maka musuh-musuh akan takut dan melancarkan segala bentuk konspirasi.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jan 13, 2020 18:14 Asia/Jakarta
  • Salah Al Zawawi
    Salah Al Zawawi

Duta Besar Palestina untuk Iran mengatakan, selama Iran terus mengupayakan realisasi proyek besar bernama Persatuan Islam, maka musuh-musuh akan takut dan melancarkan segala bentuk konspirasi.

Fars News (12/1/2020) melaporkan, Salah Al Zawawi menuturkan, Iran bukanlah negara yang diinginkan Barat, maka dari itu mereka selalu melancarkan konspirasi terhadap Iran.

Ia menambahkan, Sunni dan Syiah memiliki banyak kesamaan, oleh karena itu jika kelompok ulama Haramain Sharifain, Najaf dan Qom duduk bersama, maka akan mampu menyelesaikan permasalahan Dunia Islam. Jika kita bisa mencapai sebuah kesepakatan, saat itu kita akan merasa sudah melangkah di jalan yang benar untuk membebaskan Palestina.

Salah Al Zawawi menerangkan, kita harus memiliki persatuan yang kuat, dan tanpa persatuan ini kita tidak akan mendapatkan apapun. Kami berharap saudara-saudara Arab dan Muslim dapat membantu mewujudkan persatuan ini.

Dubes Palestina menjelaskan, kami bangga dengan Republik Islam Iran. Saat Imam Khomeini tiba di Iran, ia mengubah sejarah dan mengumumkan proyek Islam dan Palestina. Jika umat Islam bersatu membebaskan Palestina, hari ini Palestina pasti sudah bebas.

"Jika Anda berlepas tangan dari persatuan Islam, maka negara-negara Barat siap menjatuhkan ribuan bom kepada Anda. Iran adalah bahaya yang mengancam implementasi rencana Amerika dan Zionisme internasional," paparnya.

Kepada negara-negara kawasan, Zawawi menuturkan, Republik Islam Iran bukan ancaman bagi kalian, Iran siap membantu kalian, maka dari itu kalian seharusnya tidak punya masalah dengan negara ini. (HS)