Koran Israel: Pasca Serangan Iran, Kontak AS dengan Drone Terputus
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77619-koran_israel_pasca_serangan_iran_kontak_as_dengan_drone_terputus
Salah satu surat kabar rezim Zionis Israel mengatakan, pasca serangan rudal Iran ke pangkalah Ain Al Asad, Irak, kontak militer Amerika Serikat dengan drone-drone negara itu terputus.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jan 15, 2020 16:58 Asia/Jakarta
  • General Atomics MQ-1C Gray Eagle
    General Atomics MQ-1C Gray Eagle

Salah satu surat kabar rezim Zionis Israel mengatakan, pasca serangan rudal Iran ke pangkalah Ain Al Asad, Irak, kontak militer Amerika Serikat dengan drone-drone negara itu terputus.

Fars News (15/1/2020) melaporkan, Times of Israel dalam artikel yang ditulis Maya Gebeily menulis, tidak lama setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ain Al Asad, tentara Amerika kehilangan kontak dengan pesawat-pesawat nirawak canggih dan mahal milik mereka di udara.

Times of Israel menambahkan, saat serangan terjadi pada 8 Januari 2020, pukul 1.35 dinihari, tujuh drone militer Amerika terbang di langit Irak, untuk melindungi pangkalan-pangkalan koalisi pimpinan Amerika. Di antara drone itu adalah drone The General Atomics MQ-1C Gray Eagles yang dihargai 7 juta dolar perunit, dan mampu terbang selama 27 jam di udara dengan membawa 4 rudal Hellfire.

Sersan Costin Herwig, salah satu operator pengontrol drone Amerika di Ain Al Asad kepada Times of Israel menuturkan, kami pikir Iran akan melancarkan serangan darat, maka dari itu kami membiarkan drone-drone kami berada di udara.

Koran Israel itu menduga ada sekitar 1500 tentara Amerika berada di dalam pangkalan Ain Al Asad, dan sebagian besar dari mereka sudah mendapat peringatan awal untuk berlindung selama 2 jam di bunker, namun 14 operator pengontrol drone tetap berada di dalam kontainer gelap untuk mengendalikan drone dan mengirim gambar. (HS)