Menelisik Tujuan Kunjungan Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran ke Irak
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i79361-menelisik_tujuan_kunjungan_sekretaris_dewan_tinggi_keamanan_nasional_iran_ke_irak
Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Sabtu malam, 7 Maret, melakukan kunjungan ke Irak dan melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan penasihat keamanan nasional negara ini.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Mar 09, 2020 05:28 Asia/Jakarta

Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran Sabtu malam, 7 Maret, melakukan kunjungan ke Irak dan melakukan pertemuan dan pembicaraan dengan penasihat keamanan nasional negara ini.

Irak dan Iran adalah dua negara tetangga yang memiliki sebagian besar perbatasan bersama. Sejak jatuhnya rezim Ba'ath di Irak pada tahun 2003, tingkat kerja sama, konsultasi, partisipasi dan bantuan antara pemerintah Iran dan Irak di berbagai bidang ekonomi, politik, sosial, kesehatan dan pengobatan telah mengalami peningkatan dari hari ke hari.

Kunjungan Ali Shamkhani ke Irak adalah perjalanan yang sangat penting.

Lawatan itu terjadi di tengah banyak perjalanan diplomatik dan kunjungan di seluruh dunia dibatalkan karena penyebaran virus Corona. Iran dan Irak juga dua negara di kawasan Asia Barat, di mana sejumlah besar warga telah terinfeksi virus Corona. Namun, melakukan perjalanan seperti itu dalam keadaan seperti ini menunjukkan pentingnya kedua negara untuk hubungan bilateral.

Perjalanan Shamkhani ke Irak adalah kunjungan pertama oleh seorang pejabat resmi Iran ke Baghdad sejak pembunuhan Letnan Jendral Qassem Soleimani oleh AS dekat bandara Baghdad. Pada 3 Januari 2020, pemerintah Amerika Serikat, dalam suatu tindak kejahatan, menggugursyahidkan Letjen Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds, dan Abu Mahdi al-Muhandis, Deputi al-Hashd al-Sha'abi bersama sejumlah teman-temannya.

Kunjungan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran ke Irak dilakukan ketika Perdana Menteri Mohammad Tawfiq Allawi mengundurkan diri untuk membentuk kabinet Irak, dan negara itu masih menghadapi kebuntuan politik. Republik Islam Iran selalu menekankan kedaulatan Irak, menekankan perlunya aktor asing untuk tidak terlibat dalam urusan internal negara ini, termasuk dalam proses pencalonan perdana menteri dan pembentukan kabinet baru.

Masalah memperkenalkan perdana menteri baru dan membentuk pemerintahan baru tampaknya menjadi salah satu topik diskusi pada pertemuan Shamkhani dengan para pejabat Irak. Sebelum perjalanannya ke Baghdad, Ali Shamkhani mengatakan dia akan berbicara dengan para pejabat Irak dan para pemimpin politik dari semua ikatan politik Syiah, Ahli sunnah dan Kurdi tentang kondisi politik, keamanan dan perluasan hubungan bilateral. Republik Islam Iran selalu menyerukan pembentukan pemerintah yang kuat dan stabil di Irak dan menganggap kehadiran pemerintah yang kuat di Irak untuk melayani kepentingan dan keamanannya.

Kapan pun Irak membutuhkan dukungan dan kerja sama Republik Islam Iran, Tehran tidak ragu untuk memberikan bantuan apa pun. Salah satu manifestasi paling signifikan dari kerja sama Iran dengan Irak adalah perang melawan terorisme Daesh (ISIS). Daesh memasuki Irak pada Juni 2014 dan mengambil alih sepertiga dari geografinya. Atas permintaan pemerintah Irak, Republik Islam Iran memberikan bantuan signifikan kepada Irak dalam perang melawan Daesh.

Syahid Qassem Soleimani, bersama dengan sejumlah besar pasukan Iran, telah aktif dalam perang melawan Daesh. Dalam hal ini, Falih Alfayyadh, Penasihat Keamanan Nasional Irak dalam pertemuan dengan Shamkhani menekankan, "Rakyat dan pemerintah Irak tidak akan melupakan bantuan Iran dalam perang melawan Daesh."

Republik Islam Iran sekarang menganggap kerja sama dengan Baghdad sebagai prioritas bagi Iran, terlebih lagi karena sekarang Irak sekali lagi terancam dengan terorisme, sebuah masalah yang disorot dalam pertemuan Shamkhani dengan Direktur Badan Intelijen Irak Mustafa al-Kazmi.

Kehadiran pasukan AS di Irak juga tampaknya menjadi salah satu topik pembicaraan antara Shamkhani dan para pejabat Irak. Menyusul aksi teror AS terhadap Letjen Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis di tanah Irak, masalah penarikan pasukan Amerika dari Irak telah menjadi salah satu tuntutan paling penting dari sejumlah besar rakyat dan kelompok Irak. Parlemen Irak juga menyetujui rencana untuk menarik pasukan AS. Selama pertemuan dengan Falih Alfayyadh, Shamkhani memuji pemerintah Irak, parlemen dan negara untuk mengusir pasukan AS.(SL)